Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Rayap dan Tembok Rembes Jadi Biang Kerok Kerusakan Sejumlah Bangunan SD di Kota Jogja

Khairul Ma'arif • Minggu, 3 Desember 2023 | 23:41 WIB
KUAT: Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja. (Dok Disdikpora Kota Jogja)
KUAT: Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja. (Dok Disdikpora Kota Jogja)

JOGJA - Ada 165 sekolah dasar (SD) di Kota Jogja. Rinciannya, 89 SD negeri dan 76 swasta.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja melakukan sejumlah rehab terhadap sejumlah SD negeri yang mengalami kerusakan. Dari situ diketahui, penyebab kerusakan mayoritas karena keropos digerogoti rayap.


Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikpora Kota Jogja Mujino menyampaikan, ada 12 SD yang direhab. Di mana, dua di antaranya perbaikan insidental.

Yakni, SD Negeri Gondolayu, SD Jetisharjo, SD Sindurejan, SD Tegalmulyo, SD Vidya Qasana, SD Cokrokusuman, SD Jetis 1, SD Rejowinangun 3, SD Tegalrejo 2, dan SD Tegalrejo 3. Sementara perbaikan insidental dilakukan terhadap SD Kintelan 1 dan SD Golo.


Menurutnya, rata-rata kerusakan ringan. Untuk kerusakan berat tidak ada laporan yang masuk.

Kerusakan ringan langsung dilakukan perbaikan. Saat ini sedang dilakukan kerja sama dengan pihak ketiga.

"Nanti akhir bulan ada laporan sejauh mana kerusakannya dan biaya yang dikeluarkannya. Tetapi, baru akhir tahun ini kami buat," ucapnya Minggu (3/12).


Kerusakan ringan yang biasanya terjadi berupa plafon rusak atau tembok rembes. Sedangkan kerusakan berat terkait usuk atau blandar yang membahayakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD tersebut.

Namun, kerusakan berat jarang ditemui. Sebab, hal itu selalu diantisipasi dengan komunikasi intensif kepada setiap kepala sekolah untuk selalu melihat kondisi usuk.


Sementara untuk penyebab kerusakan rata-rata karena digerogoti rayap. Menurut Mujino hal itu terjadi karena saat pembangunan awal tidak dilapisi anti rayap.

Ganasnya rayap membuat usuk atau blandar bangunan SD di Kota Jogja keropos. "Tetapi, sudah terdeteksi sejak awal kadang lendo sedikit langsung dicari penyebabnya. Itu rata-rata rayap penyebabnya. Sama sedikit bocor kecil, tidak diperbaiki atau tidak terlihat, menyebabkan keropos juga. Tetapi, jarang," tambahnya.

Baca Juga: Kisah Pilu... Wisudawati S2 UNY Rianty Purnamasari itu Sudah Berpulang


Menurutnya, tiap tahun kerusakan SD di Kota Jogja tidak terlalu signifikan. Hal itu lantaran setiap tahun selalu cepat diperbaikim

Mujino mengaku, kerusakan yang dialami tidak sampai membuat KBM mengungsi ke tempat lain. 

Mujino mengungkapkan, laporan kerusakan yang memakan banyak biaya dianggarkan melalui Dinas PUPKP Kota Jogja.

Namun, jika kerusakan ringan dianggarkan di disdikpora. Tetapi, ada juga kerusakan yang diperbaiki oleh SD itu misalnya pintu keropos atau engsel rusak.


Sementara itu, Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SD Disdikpora Kota Jogja Edy Wibowo Susanto mengatakan, dari 12 yang SD yang direhab rata-rata mengalami kerusakan di bagian atapnya.

Hal itu lantaran usuk atau reng yang sudah keropos sehingga membahayakan.

"Namun, untuk data sementara yang sudah masuk meminta perbaikan sarpras ada sekitar sepuluh bsekolah," tuturnya. (rul)

Editor : Amin Surachmad
#sd #Disdikpora Kota Jogja #Rayap