Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Udah, Kami Gak Cari Ribut, Sudah Dimintai Uang Rp 10 Ribu Masih Dibacok Beberapa Kali Pakai Katana Pula

Agung Dwi Prakoso • Senin, 4 Desember 2023 | 00:05 WIB
Ilustrasi penganiayaan. (Dok Jawa Pos)
Ilustrasi penganiayaan. (Dok Jawa Pos)
 
MAGELANG - Keributan terjadi di Jalan Mayor Kusen, Mendut, Magelang, pada Minggu (3/12) sekitar pukul 04.00 WIB.
 
Kejadian bermula saat korban GPS, 25, dan RN, 15, warga Mungkid, Magelang, bersama saksi PBJ, 15, dan satu temanya pulang dari nongkrong. 
 
Saat sampai di Jalan Mayor Kusen, Mendut, Magelang, mereka memutuskan untuk berhenti sejenak. Sebab, PBJ ingin buang air kecil.
 
Jalanan saat itu memang sepi. Tempat mereka berhenti berada di jalan diantara persawahan. 
 
"Saat sudah selesai dan mau pulang, kami dicegat oleh tersangka berjumlah dua orang yang berboncengan menggunakan motor Honda Scoopy warna hitam," kata GPS saat diwawancarai pada Minggu (3/12).
 
Saat itu, tersangka berhenti dan langsung mendekati RN yang merupakan korban. Tersangka tiba-tiba menantang RN untuk berkelahi.
 
Pada saat itu RN tidak menjawab dan malah tersangka memukul RN hingga mengenai bagian rahang. Karena tidak ada perlawanan, keributan pun mereda. 
 
Seakan ingin mencari keributan lagi, Kedua tersangka lalu mencoba meminta uang secara paksa kepada 4 orang tersebut.
 
Tersangka meminta uang Rp 10 ribu, yang katanya, untuk membeli bensin. Karena ke lempat orang tersebut tidak mempunyai uang, pelaku memaksa dengan menggeledah baju ke lempat orang tersebut. 
 
"Saat itu kita cuma punya uang Rp 1.000. Uang itu mau kita kasihkan. Tapi, malah tanggapan mereka dikira kita menghina," tandas PBJ memberikan kesaksian.
 
Tidak menemukan uang, lalu tersangka mengambil satu buah bandana milik RN. Karena merasa barang temanya dirampas, GPS lalu mencoba memintakan bandana tersebut agar dikembalikan. 
 
"Udah, kami di dini ga mau cari ribut. Kami cuma numpang buang air kecil sebentar. Sekarang tolong bandana teman saya dikembalikan," tutur GPS mempraktikan perbincangannya dengan tersangka saat kejadian.
 
Tak terima dengan permintaan GPS, salah seorang tersangka lalu mengeluarkan katana dari dalam jaketnya. Diketahui katana tersebut di sembunyikan di punggung tersangka lalu di tutupi dengan jaketnya. 
 
Tanpa basa-basi, tersangka lalu menghujamkan katana tersebut secara membabibuta. GPS mengaku melakukan perlawanan dengan berusaha merebut katana dari tersangka namun gagal.
 
Setelah katana mengenai pipi sebelah kanan GPS , kemudian kedua tersangka melarikan diri.
 
Dari kejadian tersebut, GPS mendapatkan 3 luka sayatan di kaki, betis dan pipinya. Sedangkan RN mengalami luka pukulan di bagian rahang saat awal keributan. 
 
Saat ditemui, GPS berencana akan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian setempat. Ia melaporkan dengan tujuan agar kawasan tempat kejadian tersebut lebih diawasi lagi. (cr5) 
 
 
Editor : Amin Surachmad
#minta uang #magelang