PURWOREJO - Sejak 2019, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo telah memberangkatkan 10 kepala keluarga dari program transmigrasi.
Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Perindustrian Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Dinperintransnaker) Kabupaten Purworejo Veny Yudha Apriyani menyampaikan, program transmigrasi tersebut sangat membantu bagi masyarakat yang ingin menata hidupnya dari awal.
Mengingat, dari program tersebut akan dibekali sejumlah fasilitas untuk hidup menetap di luar pulau.
"Peminatnya lumayan. Tahun ini yang lolos seleksi masih muda," katanya Senin (4/12).
Lebih lanjut dikatakan, peminat program transmigrasi di Kabupaten Purworejo tahun ini didominasi oleh anak muda.
Beberapa waktu lalu ada 10 KK yang ikut seleksi. Karena kuota terbatas, jadi hanya dua yang lolos.
Dua KK tersebut terdiri dari enam orang. Mereka hendak diberangkatkan ke permukiman transmigrasi Kahingai, Kecamatan Belantikan Raya, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.
Diterangkan, program transmigrasi tersebut memang cocok untuk generasi muda-muda untuk menata masa depan yang lebih cerah.
Ada sejumlah fasilitas yang didapatkan mulai dari hunian permanen, lahan usaha, lahan pekarangan, dan sebagainya.
"Itu akan menjadi hak milik mereka setelah menetap selama lima tahun," terang Veny.
Tahun ini, keluarga yang berangkat mendapatkan uang Rp 5 juta per KK serta bantuan benih jagung dan kacang panjang senilai Rp 2 juta.
Mereka juga telah dibekali pelatihan pertanian, pertukangan, dan sebagianya yang berguna untuk hidup di sana.
Dia berharap, program tersebut benar-benar bermanfaat bagi masyarakat yang bertransmigrasi.
Selain itu, bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak dan dapat mengentaskan kemiskinan.(han/mel)
Editor : Meitika Candra Lantiva