RADAR MALIOBORO – Jumlah penderita Covid-19 di Malaysia terus meningkat.
Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Dr Radzi Abu Hassan mengatakan, jumlah kasus baru Covid-19 pada minggu lalu meningkat sebesar 57,3 persen menjadi 3.626 dari 2.305 kasus pada minggu sebelumnya.
Dilansir dari FreeMalaysiaToday, dalam laporan terbarunya pada 25 November lalu, Radzi mengatakan 48 persen kasus terjadi pada individu berusia 20 – 40 tahun, dan 98 persen hanya mengalami gejala ringan.
Saat ini terdapat delapan klaster aktif dengan total 121 kasus. Jumlah rawat inap di rumah sakit naik 2,9 persen per populasi 100.000 dibandingkan minggu sebelumnya.
Jumlah rawat inap secara keseluruhan untuk kasus non-kritis meningkat sebesar 0,9 persen.
Sementara di unit perawatan intensif (ICU) meningkat sebesar 0,4 persen.
Radzi mengatakan terdapat lebih dari 1.000 kasus Covid-19 dalam sepekan sejak 8 – 14 Oktober.
Ada empat varian Omicron baru juga telah dilaporkan dan semuanya diklasifikasikan sebagai varian baru yang menarik perhatian.
Ada dua kasus varian Omicron baru, yaitu BA.2.86 telah dilaporkan setelah pemeriksaan gejala di klinik kesehatan.
Hampir 46 negara telah melaporkan varian BA.2.86 yang tergolong varian of interest (VOI).
Kedua kasus ini tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dalam waktu 14 hari sebelum gejala muncul. Mereka dirawat sebagai kasus rawat jalan.
Radzi juga mengatakan bahwa varian ini tidak menimbulkan gejala yang lebih parah.
Editor : Bahana.