RADAR MALIOBORO - Amerika Serikat terus melibatkan diri dalam konflik dagang dengan Cina, kali ini dengan fokus pada industri kartu grafis.
Setelah sebelumnya melarang penjualan RTX 4090 dan beberapa kartu grafis lainnya ke Cina, Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Gina Raimondo, memberikan instruksi kepada beberapa perusahaan penyedia kartu grafis, termasuk NVIDIA, untuk menghentikan penjualan kartu grafis RTX kepada Cina.
Kabar ini beredar, mengisyaratkan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi dampak teknologi mutakhir Amerika Serikat yang tetap dapat masuk ke Cina melalui beberapa perusahaan kartu grafis.
Namun, apakah tindakan ini seberat yang disampaikan?
Menurut laporan dari BnnBloomberg, Gina Raimondo mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut seharusnya tidak diperbolehkan menjual GPU ke pasar Cina dengan alasan keamanan nasional.
Nama NVIDIA pun mencuat karena sebelumnya, setelah penutupan akses penjualan RTX 4090 di Cina, perusahaan ini merespons dengan merancang kartu grafis baru yang didasarkan pada RTX 4090 yang dimodifikasi untuk mematuhi aturan baru.
Versi modifikasi dari RTX 4090 ini mengalami penurunan performa yang signifikan dalam komputasi kecerdasan buatan (AI).
Hal ini sesuai dengan kebijakan perang dagang baru yang dirilis oleh Amerika Serikat.
Meski demikian, Menteri Perdagangan Gina Raimondo menyatakan ketidakpuasan terhadap cara ini.
Gina Raimondo menyebut situasi ini sebagai sesuatu yang genting dan harus segera diatasi.
Dia bahkan menyatakan kesiapannya untuk mengeluarkan anggaran sebesar 200 juta Dolar AS untuk mendanai operasi ini.
Meskipun dia menyebut jumlah tersebut setara dengan harga beberapa pesawat tempur, Gina tetap meminta dukungan tambahan dari Kongres untuk memenangkan perang dagang ini.
Menteri Perdagangan Amerika Serikat juga sadar bahwa beberapa perusahaan mungkin tidak senang dengan kebijakan ini.
Namun, dia menegaskan bahwa keamanan nasional memiliki prioritas yang lebih tinggi daripada keuntungan jangka pendek.
Gina Raimondo tampaknya memberikan peringatan khusus kepada NVIDIA, yang meskipun telah menghadapi pembatasan sebelumnya, terus menjual kartu grafisnya ke Cina.
Gina bahkan mengancam bahwa jika ada yang merancang ulang chip untuk tetap dapat dimodifikasi kembali digunakan untuk kecerdasan buatan, dia tidak akan ragu untuk mengontrolnya.
Menurutnya, ini adalah ancaman terbesar yang harus segera diatasi sekarang.
Seiring perkembangan situasi ini, dunia teknologi dan perdagangan internasional menanti bagaimana pihak-pihak terkait akan merespons tantangan ini.
Editor : Bahana.