RADAR MALIOBORO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen melakukan pengadaan dua unit bus. Bus tersebut diberi nama Trans Kebumen. Konsep konfigurasi bus berukuran medium ini sama seperti layaknya Bus Trans Jogja.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen Yanie Giat Setyawan selaku dinas pengampu mengatakan, guna mendukung kabupaten maju pihaknya perlu menambah fasilitas publik. Salah satunya ketersediaan layanan transportasi umum. Kehadiran bus tersebut diharapkan dapat memperpudah aksesibilitas masyarakat. "Bapak Bupati punya misi bagaimana Kebumen bisa menjadi kabupaten maju. Dan, transportasi publik yang nyaman dan aman dianggap menjadi hal penting," terangnya, Selasa (5/11).
Pengadaan bus Trans Kebumen ini bersumber dari anggaran daerah, senilai Rp 2,09 miliar. Anggaran tersebut sudah termasuk biaya balik nama. Kedua bus tersebut kini telah mengaspal di jalanan Kebumen. Secara perdana bus berwarna merah marun itu digunakan sementara transportasi gratis bagi anak sekolah maupun kebutuhan wisata lokal.
Yanie menjelaskan, selama uji coba bus baru melayani rute untuk titik tertentu. Sementara rute perjalanan fokus menyasar wilayah timur, dari pusat Kota Kebumen sampai Kecamatan Prembun. Sebab di wilayah tersebut telah tersedia sarana pendukung berupa halte. "Kita cek mesin dan interiornya, berfungsi dengan baik. Diarahkan ke wilayah timur," ujarnya.
Pemkab, kata Yanie, masih akan mengupayakan penambahan armada bus, sehingga dapat memenuhi standar operasional atau syarat Trans Kebumen. Selanjutnya, Trans Kebumen akan dikelola Dinas Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub). Adapun biaya operasional tahun ini masih ditanggung Disdikpora. "Jadi ada tiga opsi penggunaan, untuk angkutan gratis bagi anak sekolah, untuk pariwisata guna mendukung Geopark Kebumen dan bisa kombinasi keduanya," tandas Yanie.
Sementara itu, Ketua Kelompok Dasar Wisata (Pokdarwis) Kebumen Taufiq Hidayat menyambut baik kehadiran Trans Kebumen. Dia berharap moda transportasi tersebut membawa kemudahan bagi para pelancong yang hendak berwisata ke Kebumen. Menurut Taufiq, aksesibilitas menjadi kunci destinasi wisata dapat berkembang.
Dia mengaku, pengembangan wisata di Kebumen sejauh ini belum optimal. Salah satu kendalanya adalah belum didukung kemudahan transportasi. "Sekarang modelnya wisata sudah terintegrasi. Tinggal bagimana pemerintah menangkap. Sehingga dukungan transportasi ini sangat penting," jelasnya. (fid/ila)
Editor : Reren Indranila