Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Dinkes Bantul Lakukan Antisipasi Kemungkinan Adanya Caleg Stres Akibat Gagal dan Pemilu 2024

Gregorius Bramantyo • Kamis, 7 Desember 2023 | 00:56 WIB

SIAP: Petugas berjalan di depan ruangan klinik jiwa di RSUD Panembahan Senopati Bantul, Rabu (6/12). (Gregorius Bremantyo/Radar Jogja)
SIAP: Petugas berjalan di depan ruangan klinik jiwa di RSUD Panembahan Senopati Bantul, Rabu (6/12). (Gregorius Bremantyo/Radar Jogja)


BANTUL – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul melakukan antisipasi adanya calon anggota legislatif (caleg) yang stres atau mengalami gangguan kejiwaan akibat gagal terpilih pada Pemilu 2024.

Langkah yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan rumah sakit di Kabupaten Bantul yang khusus memiliki dokter spesialis jiwa.

Kepala Dinkes Kabupaten Bantul Agus Tri Widiyantara mengatakan, langkah itu dilakukan agar pihaknya bisa mempersiapkan diri ketika ada caleg yang mungkin depresi karena tidak terpilih dalam Pemilu 2024. Sehingga harus melakukan perawatan.

“Baik rawat jalan maupun rawat inap," ujarnya, Rabu (6/12).

Baca Juga: Target Pemilih Lebih Tinggi dari Periode Lalu, KPU Kebumen Sasar Gen Z sebagai Pemilih Pemula

Ia menyampaikan, sejauh ini, Kabupaten Bantul baru memiliki satu rumah sakit dengan layanan dokter spesialis jiwa sekaligus layanan rawat inap pasien yang mengalami gangguan kejiwaan. Yakni, Rumah Sakit Pusat TNI AU Dr Suhardi Hardjolukito.

Sementara RSUD Panembahan Senopati Bantul juga memiliki layanan dokter spesialis jiwa. Namun belum dilengkapi dengan layanan rawat inap pasien yang mengalami gangguan kejiwaan.

Baca Juga: Lagu Tom Petty dengan Judul “Love Is a Long Road” Menjadi Sountrack GTA VI

"Jadi, kalau memang perlu ruang rawat inap, akan kami konsentrasikan di Rumah Sakit Pusat TNI AU Dr. Suhardi Hardjolukito," jelasnya.

Agus menyebut, saat ini pihaknya belum memiliki rencana untuk membuat rumah sakit sendiri khusus untuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Jadi, pihaknya saat ini masih mengoptimalkan rumah sakit yang ada.

Meski begitu, Dinkes Bantul tetap berupaya mendorong rumah sakit lain untuk mampu menyediakan ruang perawatan pasien jiwa.

Selain itu, pihaknya juga mempertimbangkan untuk  menggunakan Shelter Kesejahteraan milik Dinas Sosial Bantul. Untuk mengantisipasi kalau memang ada yang perlu dirawat.

Baca Juga: Lagu Tom Petty dengan Judul “Love Is a Long Road” Menjadi Sountrack GTA VI
"Jadi, kalau misalnya ada caleg stres yang belum perlu dirawat di rumah sakit tapi kalau di rumah juga membahayakan, mungkin nanti bisa disalurkan ke dinas sosial," kata Agus.

Sementara itu, RSUD Panembahan Senopati sudah melakukan antisipasi terhadap kemungkinan adanya caleg stres pasca Pemilu 2024. Rumah sakit itu memiliki dua dokter spesialis kesehatan jiwa. Kemudian satu orang psikolog klinis.

"Jadi, secara kompetensi kami bisa menangani kasus itu,” ucap Kepala Bagian Hukum, Pemasaran dan Pendidikan RSUD Panembahan Senopati Harini Dewanti.

Meski begitu, RSUD Panembahan belum memiliki fasilitas rawat inap khusus bagi pasien kesehatan jiwa. Untuk, itu rumah sakit tersebut juga bekerjasama dengan instansi kesehatan di kabupaten lain dalam hal layanan rujukan.

“Semisal diperlukan tindakan lanjutan dan harus rawat inap, rujukannya ke RS Grhasia di Pakem, Sleman,” ujarnya.

Baca Juga: Hasut Dinasti Politik Jogjakarta, Ade Armando Dilaporkan atas Ujaran Kebencian ke Polda DIY

Harini mengungkapkan, pada Pemilu 2019 lalu, tidak ada kasus caleg stres yang berobat di RSUD Panembahan Senopati.

Guna mengantisipasi hal tersebut, rumah sakit sudah melakukan persiapan dengan adanya fasilitas dan sumber daya manusia yang cukup.

Kuota pasiennnya pun tidak dibatasai. Akan dilayani selama masih ada tempat dan sesuai kemampuan rumah sakit.

“Kalau nanti ada (caleg stres), bisa mengikuti pelayanan reguler. Jadi nanti kami meningkatkan kewaspadaan saja,” tandasnya. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#pemilu 2024 #caleg #dinkes Bantul