JOGJA – Saat ini pengungsi Rohingnya di Indonesia kembali menjadi sorotan. Sejumlah orang Rohingnya yang tinggal di rumah susun (rusun) di Sidoarjo mengaku kurang dengan uang saku yang telah diberikan.
Beredar di media sosial, seorang pengungsi Rohingnya yang bernama Muhammad yang diwawancarai awak media.
Melalui video yang diunggah di Twitter dengan pengguna @risesknight121 pada 7 Desember kemarin memperlihatkan kondisi pengungsi Rohingnya pada rusun Sidoarjo.
Baca Juga: Santos FC Terdegradasi setelah 111 Tahun, Kota Santos Luluh Lantah
Hal yang menjadi viral adalah jawaban pengungsi saat ditanyai mengenai uang saku yang diberikan organaisasi International Organization for Migration (IOM). Mereka mengaku tidak cukup.
Dalam video tersebut, Muhammad mengatakan jika uang saku sebesar Rp 1,25 juta per bulan yang diterimanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya.
“Uangnya Rp1,25 juta nggak cukup. Rp 1,25 juta itu semua pakaian, makanan, minuman, ya, semua dalam itu,” kata Muhammad pada video yang beredar.
Karena video yang tersebar tersebut, banyak netizen yang memberikan komentar. Netizen pun mengatakan jika pengungsi Rohingnya harusnya bersyukur atas bantuan yang diterima.
Sebab, masih banyak warga Indonesia yang tidak memiliki tempat tinggal padahal negaranya sendiri. Selain itu, banyak yang masih mengalami kesulitan ekonomi.
“Ini aja masih banyak warga negara Indonesia yang sulit punya tempat tinggal rumah dan tanah karena harganya yang tinggi. Kalo sampe pengungsi Rohingnya dikasih tempat tinggal gratis atau lahan gratis tanpa perlu keluar duit sepeser pun, rasanya kok malah gak adil, ya,” cuitan dari akun @benvaldi.
Polemik terkait seputar pengungsi Rohingnya di Indonesia tampaknya akan menjadi perhatian publik. Namun, masih ada yang memberikan respons positif dan rasa keprihatianan terhadap pengungsi Rohingnya.
Tapi, tidak sedikit yang memberikan respons negatif terhadap pengungsi Rohingnya karena menumpang hidup di Indonesia. (Caswati)