RADAR MALIOBORO - Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo giatkan monitoring terhadap pohon ayoman di Kabupaten Purworejo. Yakni, untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang saat musim penghujan.
"Di musim penghujan ini kami monitoring pohon ayoman yang menjadi kewenangan atau aset daerah," ungkap Kabid Pengelolaan Persampahan dan Keanekaragaman Hayati (PPKH), DLHP Kabupaten Purworejo Heru Kusruwanto Jumat (8/12).
Monitoring tersebut dilakukan untuk memantau lokasi pohon yang membahayakan masyarakat sekitar hingga pengendara bermotor. Jika ayoman tersebut rawan tumbang saat hujan deras dan angin kencang akan diupayakan untuk dilakukan pemotongan atau penebangan.
Untuk penebangan pohon harus izin dulu ke Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Purworejo karena termasuk aset daerah. "Jadi tidak serta merta kami tebang. Harus melalui prosedur," sebutnya.
Heru menyebutkan, selama musim penghujan ini sudah ada satu pohon yang ditebang di wilayah Kecamatan Pituruh. Sementara, untuk pohon ayoman di wilayah perkotaan Purworejo sejauh ini masih relatif aman. "Kalau di kota sebatas rabas atau pemangkasan pohon karena banyak aduan juga dari masyarakat," ungkapnya.
Dia berpesan kepada masyarakat, dalam menghadapi musim penghujan bila ada pohon yang sekiranya sudah berbahaya dapat melapor. Adapun untuk aduan, bisa melalui website DLHP Kabupaten Purworejo. "Laporkan secara dini, pohon mana yang potensi untuk tumbang. Sehingga, kita bisa cek lapangan dan bisa segera kami tindaklanjuti," pesannya. (han/pra)
Editor : Heru Pratomo