RADAR JOGJA - Erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada Minggu ( 03/12/2023) lalu, memuntahkan abu setinggi 3.000 meter ke udara dan memakan puluhan korban.
Akibat erupsi Gunung Marapi sebanyak 23 orang korban pendaki dinyatakan meninggal dunia. Sementara 52 orang lainnya luka - luka dan sesak napas.
Salah satu korban yang mencuri perhatian publik adalah Muhammad Adan alias Adan.
Adan merupakan seorang pria asal Kota Pekanbaru, Riau.
Diketahui, sebelum ia meninggal dunia Adan sempat menghubungi ibunya dan mengabarkan kondisinya yang tidak bisa berjalan serta mengalami kehausan ekstrim.
“Bu, Adan disini kena musibah, Adan hausss kali, kaki Adan satu putus satu patah bu, gabisa jalan Adan,” ucap Adan kepada ibunya melalui telepon.
Pasalnya ketika ditemukan dalam kondisi yang sekarat Adan menyampaikan kepada tim SAR untuk menyelamatkan Zhafirah yang lokasinya tidak berada jauh darinya.
Ia juga sempat menyelamatkan ketiga temannya yang hampir masuk ke dalam jurang.
“Pak, selamatkan dulu cewenya, tolong bawa dulu cewe ni turun ke bawah, aku tunggu di sini, aku gapapa aku masih kuat,” ujar Adan kepada tim SAR.
Adan mengalah agar pendaki lain diselamatkan lebih dahulu, meski jarak dari tempat Adan hingga ke posko penyelamatan di bawahnya berjarak empat jam pendakian turun.
Diketahui, Adan dan Zhafira alias Ive tidak saling mengenal satu sama lain.
Baca Juga: Ini Enam Hal Penting yang Perlu Disiapkan sebelum Melakukan Pendakian Gunung
Tetapi karena rasa kepeduliannya yang tinggi dan kebaikan hatinya luas, ia merelakan dirinya untuk keselamatan orang lain yang tak ia kenal.
Padahal ia merupakan korban pertama yang ditemukan tapi memilih menunggu dalam kondisi yang tidak baik - baik saja.
Sontak, hal ini menyisahkan duka yang begitu mendalam bagi keluarga, sanak saudara, teman dan orang - orang sekitar yang mengenal Adan.
Semoga korban diterima disisi Allah SWT dan dosa - dosa korban diampuni.
Editor : Meitika Candra Lantiva