SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengaku cukup mewaspadai penularan virus Japanese Encephalitis (JE). Upaya pencegahan pun dimasifkan oleh instansi tersebut lantaran belum ada obat khusus untuk penyakit tersebut.
Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama mengatakan, terkait dengan upaya menanggulangi JE pihaknya memprioritaskan intervensi berupa pencegahan dan pengendalian. Baik itu secara kimiawi maupun nonkimiawi.
Selain itu, lanjut Cahya, Dinkes juga meminta agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan peternakan. Agar kemudian bebas dari habitat dan perkembang biakan nyamuk penular virus JE.
Baca Juga: Pemkab Kebumen Terangi 21 Kecamatan dengan LPJU Tenaga Surya
Disamping itu, pihaknya juga melaksanakan imunisasi JE pada manusia dan vaksinasi terhadap hewan seperti babi, kuda dan unggas.
Sebab, menurutnya, virus JE dapat dicegah dengan pemberian imunisasi dan menghindari gigitan nyamuk.
“Imunisasi merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah JE pada manusia,” ujar Cahya, Selasa (12/12).
Menurut Cahya, sampai saat ini juga belum ditemukan obat khusus untuk menyembuhkan penyakit tersebut.
Sehingga yang dapat dilakukan adalah dengan cara mengurangi gejala atau mencegah perburukan kasus.
Lebih lanjut, dari catatan Dinkes Sleman selama tahun ini pihaknya menemukan sebanyak 11 kasus suspek JE. Namun setelah dilakukan pengetesan hasil seluruhnya negatif.
“Jadi belum ada penderita JE di Sleman,” terang Cahya. (inu)