Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Libur Nataru di Gunungkidul, Perhatikan: Jalur Ini Tidak Boleh Dilewati Wisatawan

Gunawan RaJa • Rabu, 13 Desember 2023 | 01:37 WIB

 

 

SUDAH BISA DILEWATI - Petugas melakukan pemantauan dan persiapan pemasangan rambu di JJLS wilayah pesisir Senin (11/12/2023)
SUDAH BISA DILEWATI - Petugas melakukan pemantauan dan persiapan pemasangan rambu di JJLS wilayah pesisir Senin (11/12/2023)

 

 Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gunungkidul mulai melakukan sejumlah persiapan. Salah satunya rekayasa jalur untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas. 

 Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gunungkidul Bayu Susilo Aji mengatakan, pada libur nataru tengah disiapkan rekayasa jalur."Untuk rekayasa lalulintas nantinya bersifat situasional tidak permanen," kata Bayu Susilo Aji Selasa (12/12/2023).

 

Dia menjelaskan, sedikitnya ada lima titik berpotensi terjadi penumpukan atau kepadatan lalulintas. Saat ini rekayasa jalurnya sudah mulai disiapkan.

 Baca Juga: Patut Dicontoh, Warga Klegung, Gunungkidul Saweran Bangun Jalan Kabupaten

Pertama, simpang empat destinasi wisata Heha Patuk, akan dipasang pembatas. Dari arah Jogja menuju ke Heha diputarkan dulu ke Kali Pentung baru kekiri, sedang dari Heha keluar ke kiri arah Jogja.

 

"Jalur utama Jogja-Wonosari kendaraan kecil diimbau bisa menggunakan jalur alternatif (Sambi-Tawang-Sorogedug/Klaten) (Playen, Getas, Mangunan, Imogiri)," ujarnya.

 

Kedua, bus wisata dari Klaten, Solo dan sekitarnya diarahkan masuk melaluu Jalan Baron. Dari arah Wonogiri, Pacitan bisa mengakses JJLS (Jalur Jalan Lintas Selatan). Dari arah Jogja simpang 3 Gading kanan Playen, Paliyan JJLS.

 Baca Juga: Proyek JJLS di Gunungkidul Rampung, Jarak Tempuh Kapanewon Girisubo ke Kalurahan Balong dari 30 Menit menjadi Hanya 10 Menit

Ketiga, bus menuju pantai menggunakan jalur utama atau pintu masuk Baron ketimur keluarnya JJLS baik ketimur dan baratnya atau Tepus-Mulo.

 

"Keempat, kendaraan besar bus dan truk tidak boleh keluar melalui pintu utama utara. Harus ketimur arah tepus atau ke barat arah JJLS Saptosari," ungkapnya.

 

Kelima, wisatawan dari pantai yg menggunakan JJLS arah Saptosari. 

Bus besar ke kanan Paliyan, Playen, Jogjakarta

Kendaraan kecil Saptosaria Panggang, Bantul-Jogjakarta.

 

Sementara itu, Kepala Dishub Kabupaten Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto menegaskan, jelang libur nataru  beberapa hal telah disiapkan. Mulai dari kesiapan angkutan aesuai surat Dirjen Hubdat tentang pelaksanaan ramcek. 

 

"Kita telah melaksanakan ramcek angkutan sungai dan telaga bersama BPTD. Ramcek angkutan barang dan penumpang di jalan raya dan terminal bersama Polri, TNI dan Pol PP," kata Rakhmadian.

 

Secara continue dishub juga melakukan perbaikan beberapa fasilitas jalan termasuk penerangan jalan umum (PJU).

Koordinasi forum lalulintas terkait kesiapan Nataru dikab dan Provinsi DIJ juga telah dilaksanakan.

 

"Posko pemantauan lalulintaa ada tiga tempat. Masing-masing Patuk, Bundaran Tugu Tobong Siyono dan ketiga Pos Pantai Baron," ujarnya.

 

Mengenao operasional angkutan masih menunggu instruksi dari Kementerian perhubungan dan provinsi. Dinas perhubungan menghadapi libur mataru akan melibatkan 94 personil dengan pembagian ketugasan.

 

Meliputi, pelayanan angkutan dan terminal, pendataan angkutan dan kendaraan masuk ke Gunungkidul, pengaturan lalulintas baik jalur utama dan wisata.

Pengamanan arus mudik, pengawasan ketertiban perparkiran dan pelayanan fasilitas jalan 

 

"Update informasi situasi lalulintas dan kondisi jalur melalui CCRoom dan posko jalur akan diunggah melalui IG (instagram) dan medsos dishub," ungkapnya. (gun)

 

 

Editor : Din Miftahudin
#natal #JJLS #transportasi