Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Dua Bulan Sekali Dapat Susu Formula, Tinggi Badan Naik

Jihan Aron Vahera • Senin, 18 Desember 2023 | 15:20 WIB
Pemberian sufor dan biskuit sehat untuk balita di Desa Hulosobo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo pada Jumat (15/12).
Pemberian sufor dan biskuit sehat untuk balita di Desa Hulosobo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo pada Jumat (15/12).

RADAR MALIOBORO - Program pangan bergizi bagi bayi menjadi salah satu prioritas di Desa Hulosobo, Kecamatan Kaligesing. Sejak Januari 2022, Pemerintah Desa (Pemdes) Hulosobo bagikan susu formula (sufor) setiap dua bulan sekali bagi balita.

Tak hanya sufor, Pemdes Hulosobo juga membagikan biskuit secara gratis bagi warganya. Kades Hulosobo Bangun Tri Utomo menyebutkan, sufor dan biskuit tersebut menjadi salah satu upayanya dalam menekan angka stunting di Desa Hulosobo. "Ada 31 balita yang mendapat itu," katanya Minggu (17/12).

Pembagian sufor dan biskuit tersebut dilakukan setiap dua bulan sekali. Masing-masing balita, di desa tersebut akan mendapatkan dua kotak sufor dan dua pak biskuit. Sementara, khusus anak stunting dan rentan stunting, Pemdes Hulosobo akan memberikan makanan tambahan. Seperti, ikan, telur, buah-buahan, dan sebagainya untuk menambah kecukupan gizi para balita.

Menurutnya, pembagian susu tersebut cukup efektif untuk mencegah dan mengurangi angka stunting. Hal itu, dia lihat dari perkembangan yang mengarah pada pertumbuhan positif pada balita. Dia mengklaim, ada perubahan yang signifikan pada bayi yang mendapatkan gizi tambahan tersebut. “Utamanya, dalam hal tinggi badan," sambungnya.

Saat pertama muncul program tersebut, di Desa Hulosobo ada sebanyak tujuh anak stunting. Setelah rutin diberikan gizi tambahan, ada perkembangan yang baik. Terakhir, tinggal empat balita yang stunting di desa itu.

Program prioritas tersebut, kata Bangun, dibantu oleh Forum Kesehatan Desa (FKD) Hulosobo. Ketua Pelaksana FKD Hulosobo Novi Winarni menyampaikan, di Desa Hulosobo ada 28 kader. Tak hanya bertugas melakukan pendampingan terhadap balita saja, tetapi juga remaja, lansia, dan penyandang disabilitas.

Khusus balita, setiap kegiatan posyandu, kader FKD Hulosobo akan melakukan cek tinggi badan, berat badan, dan lingkar lengan. Selain itu, memberikan PMT (pemberian makanan tambahan). "Kami berikan edukasi juga pada orang tuanya terkait pola asuh yang benar agar balita tidak stunting," tandasnya. (han)

Editor : Satria Pradika