RADAR MALIOBORO - Ratusan lukisan para siswa Sekolah Budi Utama dipamerkan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) sekolah ke-17. Tema yang diusung pada pameran ini adalah Akulturasi Budaya Tionghoa-Indonesia.
"Karena Budi Utama Sekolah 3 bahasa, dan aspek kulturalnya lebih kental nuansa akulturasi Tionghoa - Indonesia maka itulah yg diambil," ujar Humas Sekolah Budi Utama Andri Wicaksono kemarin (18/12).
Sebelumnya, para siswa diberi pemahaman melalui workshop secara teknis. Termasuk proses kreatif dalam penggalian ide yang dituangkan dalam karya.
"Diharapkan terbentuknya pribadi dengan karakter yang unggul dan berdaya saing. Menyelaraskan nilai-nilai kehidupan dalam pendidikan," ujarnya.
Selain pameran karya siswa, ada juga karya dari seniman yang diikutsertakan. Di antaranya pelukis Dwi Marianto, Sidik W Martowidjojo, Jedink Alexander Bambang Sunjoyo, Erica Hestu Wahyuni, dan Dyah Yulianti.
Serangkaian acara lain yang dihadirkan ialah talkshow membangun karakter dengan menghadirkan beberapa narasumber mumpuni. Salah satunya ialah Novi Basuki, peneliti dan pemerhati kajian Islam di Tiongkok yang sudah 10 tahun tinggal di Negeri Tirai Bambu.
Novi mengupas nilai-nilai kehidupan di Tiongkok yang dapat terus dijadikan pegangan hidup. Yakni nilai-nilai moral, bekerja keras, hingga gaya hidup sehat.
"Salah satunya kutipannya 'Kita Harus Memikirkan Krisis, Meskipun Saat Ini Kita Makmur'. Hal ini menunjukkan bahwa di Tiongkok diajarkan untuk terus bekerja keras. Karena kesuksesan ditentukan oleh seberapa jauh kerja kerasmu," rincinya. (lan/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova