Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Hadapi Lonjakan Covid-19, RSUD Panembahan Senopati Bantul Siapkan 38 Tempat Tidur

Gregorius Bramantyo • Rabu, 20 Desember 2023 | 06:10 WIB
TETAP SIAGA: Pasien melintas di lobi poliklinik RSUD Panembahan Senopati Bantul kemarin (18/12). Saat ini RS tetap menyiagakan pelayanan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.
TETAP SIAGA: Pasien melintas di lobi poliklinik RSUD Panembahan Senopati Bantul kemarin (18/12). Saat ini RS tetap menyiagakan pelayanan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

RADAR MALIOBORO - RSUD Panembahan Senopati Bantul menyiagakan pelayanan untuk mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19. Berupa ruang isolasi dengan kapasitas 38 tempat tidur.

Direktur RSUD Panembahan Senopati Atthobari menyebut, 18 tempat tidur disiapkan di bangsal Bima. Sedangkan empat lainnya ada di ruang Baladewa.

Kemudian apabila terjadi lonjakan kasus, rumah sakit tersebut juga menyiapkan penyiagaan ruang isolasi di masing-masing unit atau instalasi. Totalnya ada 10 tempat tidur yang rawat inap dan enam tempat tidur yang non-rawat inap. Baik di IGD, ruang tindakan persalinan, dan Hemodialisa.

“Tambahan ada 16 tempat tidur, sehingga total kalo ada lonjakan itu kami menyiagakan kurang lebih ada 38 tempat tidur untuk pasien Covid-19,” beber Atthobari kemarin (19/12).

Penyiagaan ini juga dilakukan mengingat saat ini sedang menjelang masa Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (nataru). Di mana mobilitas masyarakat cukup tinggi dan sangat meningkat karena bersamaan dengan masa liburan sekolah. “Di Bantul dan DIY yang menjadi destinasi wisata, mobilitas masyarakat sangat tinggi sehingga kami tentunya harus menyiapkan tindakan atau layanan kesehatan yang sifatnya darurat,” ujar Atthobari.

Saat ini, RSUD Panembahan Senopati sendiri sedang merawat empat pasien Covid-19. Kondisi keempat pasien tersebut komorbid sehingga mengharuskan dirawat inap. “Untuk sementara masih terkendali kondisi mereka,” bebernya.

Atthobari menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan screening untuk mengantisipasi peredaran Covid-19. Namun screening tersebut bukan untuk pasien secara umum. Hanya dibatasi kepada yang memiliki faktor resiko atau terjadi potensi penularan lebih besar. Screening kepada pengunjung rumah sakit secara umum belum dilakukan karena masih dalam tahap kewaspadaan. “Belum ada regulasi atau instruksi tindakan screening, baru khusus pada pasien-pasien tersebut,” ucapnya.

Dia mengatakan, untuk pengadaan obat, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul. Kemudian terkait kebijakan vaksinasi dari Kementerian Kesehatan, nantinya akan dipusatkan atau dilakukan oleh dinkes. “Dipusatkan di puskesmas dan ada jadwal tertentu, di bawah kendali dinkes. Rumah sakit belum atau tidak ada instruksi vaksinasi,” katanya.

Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widyantara berharap, rumah sakit di Bantul agar siap menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Mereka diharapkan kembali menyiapkan ruang untuk pasien-pasien yang bergejala dan memerlukan perawatan inap di rumah sakit. “Rumah sakit ini juga sudah harus siap sewaktu-waktu dibutuhkan ada lonjakan kasus, siap dipergunakan kembali untuk perawatan bagi pasien pasien Covid-19," ujarnya. (tyo/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#RSUD Panembahan Senopati Bantul #COVID-19 #dinkes Bantul