RADAR MALIOBORO - PAUD Galuh Siwi berharap ada perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo, untuk pembangunan talud baru. Sebelumnya talud mengalami longsor pada kamis (4/1), tepatnya di padukuhan Clumprit, Kalurahan Gerbosari, Kapanewon Samigaluh.
PAUD Galuh Siwi berdekatan dengan lokasi terjadinya longsor. Bangunan sekolah terletak di bibir talud, hanya berjarak sekitar 1 meter. Saat ini lokasi longsoran ditutupi terpal, sehingga akan sangat berbahaya jika dibiarkan seperti ini.
Sekolah yang berisi 20 siswa, saat ini tidak melakukan kegiatan pembelajaran akibat situasi yang belum kondusif. Sebelumnya, kegiatan pembelajaran dilaksanakan setiap hari senin, selasa, kamis, dan jumat.
Salah satu wali murid mengungkapkan kekhawatirannya jika talud tak segera diperbaiki. Kekhawatirannya berasal dari kondisi tanah yang masih berpotensi mengalami longsor. Terlebih area longsoran tepat dibelakang bangunan sekolah.
Kepala Lembaga PAUD Galuh Siwi, Yauyik Nana menjelaskan kejadian longsor pada talud belakang sekolahnya.
"Alhamdullillah waktu kejadian kemarin anak-anak berada jauh dari area longsoran, kebetulan kami sedang melakukan pembelajaran di luar kelas," jelas Yauyik.
Yauyik juga telah berkomunikasi ke pihak kalurahan. Kalurahan Gerbosari menyarankan untuk meliburkan kegiatan pembelajaran. Selain itu Penilik PAUD Edi Prihaksono menyarankan untuk waspada dan menyesuaikan pembelajaran.
"Sebenarnya saya sendiri juga takut dan waspada, terlebih yang kita ampu ini anak-anak," jelas Yauyik. Ia juga menjelaskan bahwa anak-anak memiliki rasa penasaran cukup tinggi. Bahkan setelah kejadian longsor, salah satu anak ada yang melihat area sekitar longsor dari dekat.
Sebelum longsoran terjadi, area talud sering dilewati anak-anak. Yauyik sempat berfikir untuk membuat pagar pengaman agar anak-anak aman. Namun, ia juga khawatir adaya pagar pengaman yang terbuat dari bahan sederhana, malah menarik perhatian anak PAUD.
"Kalau bisa talud dan pagar pengaman segera dibangun ulang," ungkap Yauyik.
Yauyik juga berharap adanya perhatian dari pihak terkait. Tidak hanya pihak kalurahan melainkan instansi seperti pemkab dan dinas-dinas terkait. (cr7)
Editor : Heru Pratomo