RADAR MALIOBORO - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) polio di Klaten, Jawa Tengah. Merespons hal itu, Pemkab Sleman pun gencar melakukan imunisasi agar kejadian serupa tidak terjadi di Bumi Sembada.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Esti Kurniasih mengatakan, pihaknya memang sudah mendapat arahan dari pemerintah pusat supaya serius mencegah penyebaran polio. Tak lain, karena Kabupaten Sleman merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan daerah berjuluk seribu mata air tersebut.
Esti mengaku, sekarang pihaknya tengah menggencarkan imunisasi polio bagi anak usia 0 bulan sampai dengan 7 tahun. Bahkan tindakan jemput bola pun dilakukan oleh Dinkes Sleman.
“Untuk anak usia balita kami lakukan di posyandu, lainnya di TK dan SD/MI. Serta ada juga yang di kalurahan,” ujar Esti kemarin (10/1).
Dia membeberkan, imunisasi polio di Sleman akan menyasar sebanyak 149.821 anak. Imunisasi dilakukan dua kali dengan jeda minimal satu bulan.
Adapun untuk gelombang pertama dimulai dari 15-20 Januari. Sementara untuk gelombang kedua dilakukan mulai tanggal 19-24 Februari.
Esti memastikan, imunisasi polio tersebut dapat didapatkan secara gratis. Sehingga, dia meminta agar masyarakat proaktif mengikuti kegiatan tersebut. Terlebih penyakit polio sendiri tidak dapat diobati, namun bisa dicegah melalui imunisasi.
“Kamu upayakan untuk memobilisasi masyarakat yang memiliki anak balita sampai tujuh tahun supaya mau ikut sub-pin ini (imunisasi polio),” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sleman Khamidah Yuliati membeberkan, sejak 2007 Kabupaten Sleman sudah bebas dari polio. Hanya saja, untuk sertifikat eradikasi dari Kemenkes RI baru dikeluarkan pada 2014. “Sehingga untuk kasus polio di Sleman sampai saat ini tidak ada,” tegasnya. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova