Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Tambang Andesit Rusak Topografi, Lurah Sidomulyo Tidak Akan Tandatangani Izin Tambang

Anom Bagaskoro • Kamis, 11 Januari 2024 | 14:06 WIB
Kondisi kerusakan di jalan akibat penambangan
Kondisi kerusakan di jalan akibat penambangan

 

RADAR MALIOBORO - Geram dengan perusahaan tambang, Lurah Sidomulyo tidak akan tandatangani izin tambang. Akibat longsoran timbunan bekas tambang senin (8/1), di Padukuhan Tanggulangin, Sidomulyo, membuat Lurah Sidomulyo Suprijanto naik pitam.

 

Tambang di kawasan perbukitan Sidomulyo sudah ada sejak dahulu. Puluhan perusahaan tambang mengeruk kekayaan mineral yang ada. Tanah hingga batuan andesit dikeruk membuat perubahan struktur topografi pada wilayah Sidomulyo.

Perubahan topografi di Sidomulyo membuat wilayah ini semakin rawan dengan bencana seperti tanah longsor. Sebagian besar warga Sidomulyo mengaku adanya tambang di daerahnya membuat wilayahnya semakin rusak.

 

Salah satu warga mengungkapkan kekhawatirannya terkait tambang. "Tidak ada penanggulan timbunan bekas tambang, dulu pernah saya ingatkan terkait arus air hujan yang cukup banyak mengikis tanah yang berpotensi menimbulkan longsor," ungkap Wagino pada Selasa (9/1).

Beberapa warga yang hadir pada proses evakuasi Jalan Clereng-Pasar Cublak smengungkapkan keluhan mengenai akses jalan yang rusak akibat truk yang mondar-mandir. Warga khawatir apabila jalan tak kunjung diperbaiki akan menimbulkan korban jiwa, mengingat Jalan Clereng-Pasar Cublak merupakan akses tercepat menuju Jatimulyo.

 

Berdasarkan pantauan Radar Jogja, Jalan Clereng-Pasar Cublak didominasi tanjakan dan turunan curam. Kondisi jalan saat ini mengalami kerusakan. Beberapa titik berlubang dan bagian tepi jalan mengalami penurunan elevasi akibat menahan beban terlalu banyak.

 

Lurah Sidomulyo Suprijanto mengungkapkan dirinya tidak mendukung adanya tambang di Sidomulyo. Ia menganggap terlalu banyak efek negatifnya, dibanding positifnya.

"Mohon maaf, saya ini lurah antitambang. Terutama sudah banyak keluhan dari masyarakat akibat aktivitas pertambangan," ucap Suprijanto di kantornya.

 

Lurah yang baru menjabat selama 2 tahun ini, mengungkapkan adanya tambang tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Sidomulyo. Justru tambang merusak infrastruktur yang seharusnya dinikmati masyarakat. Sedangkan tenagakerja yang diserap dari adanya tambang tidak mencapai ratusan orang.

 

Pada kesempatan itu, Suprijanto menjelaskan bahwa dirinya tidak akan menandatangani izin tambang. Ia menjelaskan izin tambang tidak akan bisa terbit, bila salah satu prosesnya terlewati, terutama izin dari kalurahan.

 

"Sudah dipastikan tidak ada tandatangan dari saya untuk izin tambang," tutur Suprijanto.

 

Suprijanto mengaku kecewa adanya pertambangan justru merusak potensi wisata alam yang ada. Ia menambahkan kedepannya Sidomulyo akan mengembangkan ekowisata dan agrowisata. Sehingga adanya tambang membuat lingkungan rusak. (cr7)

Editor : Heru Pratomo
#Sidomulyo #kulon progo #izin tambang #Tambang Andesit