RADAR MALIOBORO - Kalurahan Caturharjo di Kabupaten Sleman terus berupaya melestarikan budaya. Salah satunya adalah budaya gerobak sapi. Festival yang melibatkan bajingan atau pengemudi gerobak sapi pun rutin digelar.
Lurah Caturharjo Agus Sutanto mengatakan, festival gerobak sapi memang tiap tahun selalu digelar di wilayahnya. Bahkan tidak jarang dalam festival tersebut juga melibatkan komunitas gerobak sapi dari luar daerah DIJ.
Agus mengungkapkan, belum lama ini juga telah digelar festival gerobak sapi yang diinisiasi oleh komunitas Manunggal Lestari wilayah Sleman barat. Pada kegiatan itu diikuti sebanyak 150 bajingan tidak hanya dari Sleman.
“Namun juga ada yang berasal dari Kediri, Jawa Timur. Serta beberapa wilayah di Jawa Tengah seperti Klaten, Purworejo, serta Klaten,” ujar Agus kepada Radar Jogja, Jumat (12/1).
Ia mengungkapkan, tujuan dari festival gerobak sapi tersebut tidak lain untuk melestarikan budaya. Sehingga harapannya generasi muda dapat terus mengenal warisan leluhur.
Dijelaskan Agus, festival yang rutin diselenggarakan di wilayahnya tidak hanya sekedar menampilkan gerobak sapi dari berbagai daerah. Namun juga dilakukan adu ketangkasan bajingan dalam mengendalikan sapi-sapinya.
Menurut dia, kegiatan festival gerobak sapi di Caturharjo juga selalu sukses untuk menarik minat masyarakat untuk datang menonton. Sebab pesertanya tidak pernah sepi serta selalu digelar kirab dengan mengitari jalan-jalan desa.
Agus pun berharap, kegiatan festival gerobak sapi di Caturharjo dapat terus digelar rutin tiap tahunnya. Sehingga kemudian kebudayaan gerobak sapi yang melekat pada masyarakat petani bisa tetap ada dan tidak hilang digerus kemajuan zaman.
“Tujuan festival gerobak sapi kami gelar rutin tidak lain untuk nguri-uri kabudayan,” terangnya. (inu/pra)
Editor : Satria Pradika