Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Aktivitas Gempa Bumi di Indonesia Meningkat, Pentingnya Penguatan Mitigasi Guna Meminimalisasi Dampak Bencana

Fahmi Fahriza • Minggu, 14 Januari 2024 | 14:15 WIB

 

SIAGA: Guru Besar Geologi UGM Prof Dr Eng Ir Wahyu Wilopo saat mempaparkan pentingnya penguatan mitigasi gempa bumi untuk meminimalisasi dampak bencan karena aktivitas gempa
SIAGA: Guru Besar Geologi UGM Prof Dr Eng Ir Wahyu Wilopo saat mempaparkan pentingnya penguatan mitigasi gempa bumi untuk meminimalisasi dampak bencan karena aktivitas gempa

RADAR MALIOBORO - Secara umum dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas gempa bumi di Indonesia terus mengalami peningkatan.
Data Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya pola peningkatan aktivitas gempa bumi sejak tahun 2013 dengan rata-rata 10.000 kali dalam setahun di seluruh Indonesia.
 Guru Besar Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta Prof Dr Eng Ir Wahyu Wilopo mengatakan, kondisi tersebut ditengarai beberapa faktor krusial.


 Baca Juga: Sejak Dirilis Pada Agustus 2023, ChatGPT Enterprise Ramai Peminat, Begini Penggunanya !


Salah satunya dikarenakan posisi Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik dan pertemuan tiga lempeng tektonik dunia.
 “Karena itu, sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah rawan gempa bumi,” katanya, Sabtu (13/1).
 Dikarenakan besarnya potensi bencana gempa bumi di Indonesia ini, Wahyu mengungkapkan perihal pentingnya penguatan mitigasi guna meminimalisasi dampak bencana.
 Disebutnya, salah satu mitigasi awal yang harus dilakukan dengan penyusunan tata ruang berbasis informasi multi bahaya. Khususnya, gempa bumi.
 Wahyu menjelaskan, setidaknya ada empat prinsip pendekatan perencanaan di daerah rawan gempa bumi yang mesti dilakukan.
 Pertama, mengumpulkan informasi bahaya patahan aktif yang akurat.


 Baca Juga: Ingin Keliling Jogja Tapi Nggak Punya Kendaraan? Tenang Bisa Gunakan Trans Jogja. Begini Ongkos dan Cara Naiknya !
 
Kedua, merencanakan untuk menghindari bahaya zona patahan sebelum pengembangan dan pembagian ruang.
 Ketiga, mengambil pendekatan berbasis risiko di wilayah yang sudah dikembangkan atau ditempati.Keempat, komunikasikan risiko di kawasan terbangun pada zona patahan.
 “Lalu, untuk daerah yang sudah dihuni itu perlu ada penguatan gedung, peningkatan ketangguhan, dan juga kesiapsiagaan masyarakat,” paparnya.
Dalam menjalankan upaya mitigasi bencana, Wahyu menyebutkan, perlu adanya kerjasama erat antara para stakeholder.Itu meliputi pemerintah, swasta, masyarakat, akademisi, hingga media masa. 
 
Hal tersebut diakuinya perlu dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana secara kolektif."Semua harus dilibatkan dan punya keterlibatan untuk mitigasi bersama," pesannya. (iza/din)

Editor : Satria Pradika
#ugm #gempa #bmkg #cincin api