Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Angin Masih Kencang, Nelayan Pantai Samas Curi Waktu Melaut

Gregorius Bramantyo • Senin, 22 Januari 2024 | 17:00 WIB
MELAUT: Nelayang yang tergabung dalam KUB Mina Samudra Pantai Samas saat sedang mencari ikan di laut.
MELAUT: Nelayang yang tergabung dalam KUB Mina Samudra Pantai Samas saat sedang mencari ikan di laut.

RADAR MALIOBORO - Dampak buruk dari siklon tropis anggrek yang melanda Kabupaten Bantul juga dirasakan para nelayan di Pantai Samas. Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi beberapa hari belakangan membuat para nelayan mencuri-curi waktu untuk melaut.

“Melihat kondisi, angin itu datang atau belum. Kan kelihatan kalau mau angin kencang itu dilihat dari mendung,” kata nelayan di Pantai Samas Tri Jarwanto kemarin (21/1).

Disebutkan, di Pantai Samas sendiri ada dua kapal nelayan. Sedangkan di Pantai Baru ada satu kapal. Para nelayan di kedua pantai tersebut paling lama hanya melaut selama dua hingga tiga jam saja. Itu pun tak jauh. Hanya satu hingga dua mil dari bibir pantai.

“Kami nanti update terus kapan ombaknya bagus. Kalau hujan sih tidak apa-apa, karena yang ditakuti angin, dan yang penting tidak badai,” kata Tri.

Dia menjelaskan, saat ini sebenarnya sedang musim panen tangkapan ikan. Terutama ikan bawal di mana harganya saat ini sedang naik. Namun terkendala karena siklon tropis anggrek, hasil tangkapan ikan menjadi tidak maksimal.

Tri menambahkan, menjelang hari raya Imlek, harga bawal meningkat di masing-masing ukuran. Yang paling mahal adalah ikan bawal di atas lima ons. Harganya bisa mencapai Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu per kilogramnya. “Biasanya menghadapi Imlek ikan bawal mahal, tapi besok setelah Imlek harganya normal, turun lagi,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis M Arief Nugraha menjelaskan, saat ini ketinggian ombak di wilayah Pantai Parangtritis dan Depok masih normal. Tingginya berkisar dua hingga tiga meter. “Tetapi anginnya kencang, itu yang mungkin membuat nelayan takut melaut,” kata Inug, sapaannya.

Dia menjelaskan, di wilayahnya sendiri dalam beberapa hari belakangan tidak ada nelayan yang pergi melaut. Terakhir nelayan yang melaut pada 17 Januari lalu. Dampak cuaca buruk itu juga berpengaruh terhadap pariwisata di Pantai Parangtritis dan Pantai Depok. “Berpengaruh ke wisata, sepi saat weekend,” ungkapnya.

Inug menyebut, larangan untuk melaut kepada para nelayan sudah disampaikan oleh pihaknya. Namun menurutnya, para nelayan saat ini sudah lebih cermat dibanding pihaknya dalam mengamati kondisi cuaca. “Biasanya mereka lebih paham. Karena mereka tempatnya di laut jadi paham kondisinya seperti apa,” tandasnya. (tyo/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
#Pantai Samas #nelayan