RADAR MALIOBORO - Sabtu (20/1), banyak warga berkumpul di Lapangan Bola Voli Penggung, Kalurahan Purwosari. Warga mengikuti Gladi Lapang Kesiapsiagaan Bencana di DIJ. Kegiatan ini merupakan puncak rangkaian pendampingan desa tanggap bencana.
Selama 2 tahun, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) dan Yakkum Emergency Unit (YEU) melakukan pendampingan desa tanggap bencana di Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo. Kegiatan kolaborasi ini dilakukan agar menciptakan masyarakat yang siap melakukan penanganan dini terhadap kejadian bencana.
Kalurahan Purwosari memiliki wilayah yang dikelilingi bukit sehingga rawan longsor. Selain itu, terdapat ancaman lain seperti angin kencang yang mampu menumbangkan pohon. Beberapa aspek ini yang membuat Purwosari membutuhkan wawasan mengenai kesiapsiagaan bencana.
Baca Juga: Olah 19 Ton Kantong Plastik Kemasan, Sudah 4,5 Ton Dijual ke Pabrik Daur Ulang
Ketua FPRB Kabupaten Kulon Progo Sunardi, ketika ditemui pada acara Gladi Lapang Kesiapsiagaan Bencana, mengungkapkan pembangunan desa tangguh bencana sangat diperlukan. Khususnya di seputaran wilayah Kalurahan Purwosari yang memiliki kondisi geografis yang berbukit.
"Sudah cukup lama pendampingan dilakukan, dan ini hanya acara puncaknya saja," ucap Sunardi.
Sunardi mengungkapkan dirinya melakukan sosialisasi selama 6 kali pertemuan. Ia juga menambahkan bahwa YEU juga melakukan sosialisasi dan kegiatan lainnya lebih dari 6 kali.
Pendampingan masyarakat juga melibatkan pihak lain seperti BPBD Kabupaten Kulon Progo, Koramil Girimulyo, Polsek Girimulyo, dan pihak Kalurahan Purwosari. Keberadaan pihak ini, berfungsi untuk mengoptimalkan reaksi tanggap bencana.
Tak hanya pendampingan, kolaborasi antara FPRB dan YEU juga terlibat dalam merencanakan skenario, pembuatan Rencana Kontijensi (RenKon), dan gladi kotor. Adanya kegiatan yang dilakukan jauh-jauh hari ini, memastikan setiap aspek dalam menciptakan desa tanggap bencana yang inklusif.
Pendamping Masyarakat YEU, Feri mengungkapkan adanya kegiatan ini tak hanya memberikan materi kepada masyarakat. Namun juga memberikan gambaran bagi masyarakat melalui simulasi.
Feri juga memuji masyarakat Purwosari yang sudah mengenal mengenai tanggap bencana. Terlebih, masyarakat Purwosari menyambut baik kegiatan ini.
"Dalam penanggulangan bencana perlu peran kolaborasi banyak pihak, harapannya dengan adanya kegiatan ini masyarakat mampu melakukan kesiapsiagaan terhadap bencana," imbuh Feri. (cr7)
Editor : Heru Pratomo