Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Dua TPS3R di Tepus dan Tanjungsari Diresmikan, Untuk Kurangi Volume Sampah Wisata Pantai

Andi May • Sabtu, 27 Januari 2024 | 17:00 WIB

SOLUSI: Peresmian dua TPS3R untuk mengurangi volume sampah wisata di Kalurahan Kemedang, Tanjungsari, Gunungkidul, kemarin (26/1).Dok Pemkab Gunungkidul
SOLUSI: Peresmian dua TPS3R untuk mengurangi volume sampah wisata di Kalurahan Kemedang, Tanjungsari, Gunungkidul, kemarin (26/1).Dok Pemkab Gunungkidul

 

 

RADAR MALIOBORO - Upaya pengurangan volume sampah dan karakter sampah di tempat pembuangan akhir (TPA), Pemkab Gunungkidul membangun dua Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse dan Recycle (TPS3R) sekaligus, yakni di Kapanewon Tepus dan Tanjungsari. Dua TPS3R ini didiresmikan Bupati Gunungkidul Sunaryanta, Kabag Pelayanan dan Umum Paniradya Keistimewaan DIJ Ariyanti Luhur Tri Setyarini dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul Hari Sukmono.


Hari Sukmono mengatakan, pengadaan dua TPS3R di Tepus dan Tanjungsari diharapkan dapat melayani kawasan wisata pantai. Di mana pihaknya mencatat, kawasan wisata salah satu penyumbang sampah di TPA.


"Jumlah sampah yang masuk ke TPA sepanjang tahun 2023 sebesar 10.770.245 ton atau setiap harinya kurang lebih 48 ton. Sampah ini berasal dari permukiman, pasar, perkantoran, hotel, dan pantai," ujar Hari kepada wartawan kemarin (26/1).


Pembangunan dua TPS3R yang dinamai Dadi Rejeki Kalurahan Tepus dan TPS3R Sari Limbah Barokah Kalurahan Kemadang ini menelan anggaran dari dana keistimewaan senilai Rp 1.260.170.000.


Pihaknya mencatat jumlah sampah yang dikelola TPS3R seluruh TPS3R di Gunungkidul sebesar 8,5 ton per hari atau 30 persen dari total sampah masuk TPS3R, dengan omzet seluruh TPS3R sekitar Rp juta per bulan.


Sementara itu, Kabag Pelayanan dan Umum Paniradya Keistimewaan DIJ Ariyanti Luhur Tri Setyarini mengatakan, dana keistimewaan turut membantu menyelesaikan persoalan, salah satunya masalah sampah di masyarakat. "Penerapan reduce, reuse dan recycle merupakan solusi terbaik, mulai tataran individu, kegiatan melibatkan masyarakat. Apabila digarap dengan baik, bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya.


Terciptanya pergeseran pola pikir tentang sampah sehingga mampu memberikan manfaat bagi sesuai dengan nama TPS3R.


Bupati Sunaryanta berharap Bumi Handayani menjadi daerah yang bersih dari sampah yang dapat berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. "Prinsipnya saya sangat mendukung pengelolaan sampah 3R ini. Selain mampu memperdayakan masyarakat kita dapat memilah sampah dari rumah," ujarnya.


Selain meresmikan dua TPS3R, Sunaryanta juga mengajak masyarakat menanam pohon flamboyan. Menurutnta, pohon yang memiliki bunga berwarna cerah sangat cocok ditanam di Gunungkidul terutama musim kemarau.


"Semakin panas bunganya akan semakin bagus. Ada yang warna merah, ini akan kita kampanyekan dan hasilnya bisa kita nikmati tiga sampai empat tahun mendatang," tandasny. (cr6/laz) 

 

Editor : Satria Pradika
#tpa #pemkab gunungkidul #TPS3R