Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Menkeu Sri Mulyani Waspadai Kenaikan Harga Beras Tembus 7,7 Persen Karena Berpengaruh pada Inflasi

Marsa Andiny Putri • Jumat, 23 Februari 2024 | 18:22 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati

RADAR MALIOBORO - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia harus mewaspadai dampak kenaikan harga beras yang hingga saat ini meningkat hingga 7,7% (ytd). Sebab, sebelum 21 Februari, rata-rata harga beras naik menjadi Rp 15.175 per kilogram.

Menurutnya, beras merupakan komoditas yang perlu mendapat perhatian karena merupakan bahan pangan yang mudah berubah (volatile food) dan berdampak besar terhadap inflasi. Selain itu, inflasi Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara maju dan inflasi global.

“Inflasi yang relatif rendah masih akan bertahan hingga akhir tahun. Namun kita harus mewaspadai kenaikan harga beras bulanan yang sebesar 7,7 persen per tahun, rata-rata 15.175 pada Februari 21. Ini akan berdampak. oleh inflasi volatil food dalam berita utama inflasi kita,” kata APBN Sri Mulyani, Kamis (22 Februari) dalam konferensi persi KiTA.

Bendahara negara mengatakan selain beras, beberapa bahan pangan lainnya juga akan menjadi lebih mahal. Misalnya bawang putih 1,9 persen, cabai merah 17 persen, ayam 2,2 persen, dan telur 3,9 persen.

Menurut dia, kenaikan harga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri harus segera distabilkan. Selain itu, pada saat ini konsumsi manusia meningkat.

“Ini merupakan tantangan menjelang puasa Idul Fitri dan Ramadhan, sehingga fluktuasi harga pangan harus segera distabilkan agar inflasi headline kita tetap rendah di saat inflasi global dan negara maju sedang menurun,” kata Sri Mulyani.

Azizah Fauzi, peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), sebelumnya mengatakan kenaikan harga beras setelah awal Februari seharusnya sudah bisa diperkirakan sejak lama. Kenaikan harga beras dan bahan pangan lainnya secara umum terjadi dari Rp 12.685 per kilogram sejak September 2023 dan akan meningkat menjadi Rp 13.187 per kilogram pada Februari 2024.

Berdasarkan data yang dihimpun CIPS Food Monitor, harga pada Hari Pemilu 2024 akan lebih mahal 15,41 persen dibandingkan harga rata-rata pada Februari 2023. Kenaikan ini menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap inflasi dan daya beli masyarakat. Jika harga beras terus naik, total biaya hidup pun ikut naik.

Ketika harga beras naik, biaya produksi pangan juga cenderung meningkat, karena beras merupakan bahan baku banyak makanan. Peningkatan biaya produksi kemudian dapat menyebabkan kenaikan harga lainnya karena produsen menaikkan harga produknya untuk menutupi biaya tambahan.

Kenaikan harga beras akan mempengaruhi tingkat inflasi, karena beras merupakan salah satu komoditas utama yang menyumbang 3 persen dari indeks harga konsumen yang digunakan untuk menghitung inflasi. {}

Editor : Iwa Ikhwanudin
#menteri #kenaikan #harga #beras #menkeu #keuangan