Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Program Baru, Marbot Masjid di seluruh Kota Jogja Akan Mendapatkan Jaminan BPJS Ketenagakerjaan Gratis, Berikut Rinciannya...

Agung Dwi Prakoso • Senin, 6 Mei 2024 | 22:21 WIB
Para marbot di Kota Jogja
Para marbot di Kota Jogja

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melalui Baznas Kota Jogja yang berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan meluncurkan program baru yaitu pengadaan jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi Marbot masjid se Kota Jogja. Sebanyak 377 Marbot telah mendapatkan kartu BPJS Ketenagakerjaan, rencananya sekitar 500 marbot juga telah masuk target bantuan jaminan kesehatan tersebut. 

"Semula usulan sejumlah 566 calon penerima, tetapi setelah diverifikasi oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta yang memenuhi syarat sebanyak 377 Marbot Masjid," ujar Ketua Baznas Kota Yogya Syamsul Azhari saat dikonfirmasi, Senin (6/5/2024). 

Adapun beberapa marbot tidak memenuhi syarat tersebut dikarenakan perihal administrasi. Syarat untuk mendapatkan jaminan BPJS Ketenagakerjaan adalah maksimal berusia 65 tahun. 

"Beberapa marbot memang usianya sudah sepuh lebih dari 65 tahun, selain itu ada juga yang tidak lolos dikarenakan mereka sudah mempunyai jaminan kesehatan lainya," tuturnya. 

Pengadaan jaminan BPJS Ketenagakerjaan tersebut merupakan hasil kerjasama atau CSR dengan Natasha Group. Teknisnya, selama enam bulan kedepan, iuran dana bagi pemegang kartu BPJS akan dibayarkan oleh Natasha Group seluruhnya. 

"Jadi ini program baru yang kebetulan kolaborasi dengan CSR Natsha Group. Iuran BPJS ketenagakerjaan untuk marbot iuran perbulanya per orang 16.800 itu dibayarkan oleh Natasha," jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Baznas Kota Jogja Misbahrudin menyampaikan rencananya jumlah marbot penerima jaminan BPJS Ketenagakerjaan akan ditambah. Awalnya, Natasha Group hanya memberi kuota 400 marbot yang tanggungan iuran akan dibayarkan Natsah selama enam bulan. 

"Setelah negosiasi, Natasha memberikan tambahan kuita sejumlah 500. Tapi nanti setelah enam bulan kemungkinan iuran akan dicover takmir masjid masing-masing karena besaran iuran relatif kecil," ujarnya. 

Sejalan dengan itu, Misbahrudin juga akan mengusahakan dengan mencari CSR dengan perusahaan lain. Apabila memang tidak berhasil, Baznas Kota Jogja siap untuk cover iuran BPJS Ketenegakerjaan bagi marbot tersebut.

"Jumlah masjid di Kota Jogja ada 525 termasuk masjid sekolah dan intansi. Kalau sekolah atau intansi kan biasanya marbotnya dari pegawai, berarti sekitar 400 marbot masjid masyarakat. Dan sangat mungkin satu mesjid lebih dari satu marbot," jelasnya.

Penjaringan program tersebut melalui takmir di masing-masing masjid yang mendaftarkan diri ke Baznas Kota Jogja. Pada tahap awal terdapat batasan pendaftaran yaitu satu masjid maksimal satu marbot yang didaftarkan. 

"Kita berharap memang akan kita selesaikan, nanti kedepanya tidak hanya marbot ada kaum rois yang banyak tidak mampu, kemudia ustad yang profesinya hanya ustad itu nanti kita usahakan," tuturnya. 

Saat ditanyai mengenai alasan marbot dijadikan sasaran penerima karena pekerjaan marbot dinilai beresiko. Selain itu, jaminan itu dinilai penting karena pihak takmir masjid juga belum memikirkan jaminan tarsebut. 

"Sebagian besar marbot orang kurnag mampu sehingga kemungkinan kecil mereka tidak punya itu," pungkasnya. (oso)

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Dapat #bpjs #marbot #gratis #kesehatan