RADAR MALIOBORO - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono diundang Bank Dunia dalam rangka menghadiri konferensi pertanahan.
World Bank Land Conference atau Konferensi Pertanahan Bank Dunia merupakan forum untuk sektor pertanahan, yang mempertemukan peserta dari pemerintah, mitra pembangunan, masyarakat sipil, akademisi dan sektor swasta untuk mendiskusikan isu-isu dan praktik yang baik.
Serta memberikan masukan bagi dialog kebijakan yang berkaitan dengan pertanahan.
Konferensi yang dimulai pada 13-17 Mei 2024 di Washington DC ini dihadiri oleh Menteri ATR/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan agenda berbagi kisah sukses Indonesia dalam mendaftarkan 100 juta bidang tanah.
Bikin geleng-geleng, jumlah ini merupakan pendaftaran bidang tanah terbesar di dunia.
Dilansir dari laman website atrbpn.go.id, Menteri AHY yang menjadi panel diskusi pada forum acara tersebut menjelaskan kunci suksesnya adalah kepemimpinan dan manajemen yang kuat dari Presiden Joko Widodo.
sehingga hal ini mendorong pemerintah daerah dalam ambil bagian untuk berkontribusi, serta dukungan dari DPR RI.
Dengan begitu menghasilkan instrumen peraturan yang solid dan alokasi dana untuk mempercepat program-program berkaitan dengan pertanahan dan agraria.
Adapun, kunci sukses yang lainnya adalah partisipasi masyarakat dan kolaborasi serta serta pendekatan yang adaptif.
Pertemuan yang berlangsung di The World Bank Group Office itu Menteri AHY menceritakan kisah sukses dibalik program revolusioner Presiden Joko Widodo yaitu, Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
Pada kesempatan tersebut Menteri AHY mengapresiasi dukungan dan kontribusi Bank Dunia pada proses percepatan pendaftaran tanah di Indonesia, termasuk dalam hal penanganan bencana alam.
Baca Juga: Belum Bahas Kursi Kabinet, Elite Gerindra Sebut Prabowo Sedang Fokus Kaji Program Makan Siang Gratis
“Terima kasih atas dukungan yang tak henti-hentinya atas kesuksesan pendaftaran tanah ini. World Bank telah memberikan kontribusi besar pada program PTSL, ini menjadi hal yang fundamental bagi kepastian hukum hak atas tanah masyarakat Indonesia,” kata Menteri AHY.
Hal penting yang diungkapkan dari pendaftaran tanah adalah dapat menyediakan akses ekonomi kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Menteri AHY menerangkan bahwa pendaftaran tanah juga menyediakan perlindungan hukum bagi tanah masyarakat terhadap perampasan tanah oleh para mafia tanah. (Sergio Jubilleum Asqueli)
Editor : Meitika Candra Lantiva