RADAR MALIOBORO - Perhelatan World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali resmi dimulai pada Minggu (19/5) malam. Diawali dengan gala dinner yang dipimpin Presiden Joko Widodo. Para delegasi WWF ke-10 dari penjuru dunia disambut dengan pameran jalur rempah serta tradisi lokal Bali.
”Please enjoy your dinner and the performance from Indonesia, thank you," kata Jokowi.
Baca Juga: KNKT Analisis Percakapan Pilot untuk Investigasi Kecelakaan Pesawat BSD
Dia menyampaikan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang hadir. Dia berharap lewat forum WWF ke-10, bisa terjalin kolaborasi untuk menjaga kebersihan air serta sanitasi untuk semua orang.
Sementara itu, mulai hari ini (20/5), delegasi WWF ke-10 tidak hanya melakoni sejumlah agenda resmi. Tetapi juga disuguhi pameran yang menampilkan tradisi Bali, jalur rempah, dan irigasi subak. Ketiganya bisa dinikmati delegasi di Museum Pasifika Bali sampai 24 Mei.
Baca Juga: Terong Ungu Punya Banyak Manfaat untuk Kesehatan, Salah Satunya Efektif Stabilkan Gula Darah
Irini Dewi Wanti, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, mengatakan pameran tersebut diberi nama TELU. Pameran tidak hanya sekedar tampilan informasi tetapi menarik masyarakat dalam berbagai bentuk. Mulai dari pemutaran film dokumenter, mini workshop, presentasi kuliner, pameran kerajinan tangan hingga teknik video.
Baca Juga: Ampuh Cegah Risiko Kanker, Intip 10 Manfaat Strawberry untuk Kesehatan
”Dalam kehidupan masyarakat Bali, dua kearifan lokal ini telah menjadi ciri khas yang tak tergantikan,” tutur Irini Dewi Wanti.
Irini Dewi mengatakan, penyediaan air dengan subbaki dan pemanfaatan rempah-rempah dalam kehidupan sehari-hari tetap lestari dari zaman dahulu hingga saat ini. Tulang punggung kekayaan budaya Bali.
Baca Juga: Thariq Halilintar hingga Aaliyah Dorong Anak Muda Aceh Terus Berkarya
TELU yang dalam bahasa Bali berarti tiga, katanya, tidak hanya mencerminkan filosofi mendalam Tri Hita Karana. Namun hal ini juga menghidupkan kearifan kuno melalui serangkaian pengalaman yang mempesona.
Menelusuri Pasar Rempah jalur rempah-rempah kuno, TELU mengajak pengunjung untuk menyingkap kenikmatan aromatik di Pasar Rempah. Menemukan cita rasa, wewangian, dan kuliner eksotis dalam perjalanan tersebut.
Baca Juga: Sering Berbicara dengan Diri Sendiri Ternyata Ada Manfaatnya Loh, Berikut Penjelasanya
Selain itu, Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek juga menyelenggarakan diskusi bertajuk Subak dan Spice Route. Diskusi itu akan menunjukkan prinsip-prinsip kesejahteraan bersama. Dengan menunjukkan bagaimana praktik pengelolaan air berkelanjutan, dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat. Kemudian juga mendorong stabilitas ekonomi, kohesi sosial, dan pengayaan budaya.
”Diskusi ini akan mengenalkan sistem subak di Bali atau sistem pengelolaan air tradisional yang berakar kuat pada filosofi dan budaya masyarakat adat,” kata dia.***
Editor : Iwa Ikhwanudin