Kecelakaan ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, yaitu pilot, co-pilot, dan instruktur penerbangan.
Baca Juga: Simak, Perubahan Warna Kuku Ternyata Bisa Indikasikan Beberapa Kondisi Kesehatan Berikut.
Dilansir dari Radar Solo, Penyelidikan terkait kecelakaan ini dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Salah satu temuan penting dalam investigasi awal adalah bahwa pesawat tersebut ternyata tidak dilengkapi dengan kotak hitam atau black box.
Baca Juga: Catra Anggur dan Strawberry, Wisata Kebun Buah Murah Meriah yang Rumah Anak di Wonosobo
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengatakan bahwa tidak adanya kotak hitam ini menjadi kendala dalam menentukan penyebab pasti kecelakaan.
Jika jatuhnya pesawat tersebut diduga sebagai sebuah kecelakaan, masih terlalu dini karena data yang dikumpulkan masih belum cukup, sedangkan pesawat ini juga tidak memiliki black box sehingga semakin sulit dalam melakukan penyelidikan.
Baca Juga: ICW Minta Dewas KPK Tetap Lanjutkan Pembacaan Putusan Etik Nurul Ghufron
Menurut informasi dari pihak kepolisian, pesawat latih tersebut terbang dari Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, menuju Tanjung Lesung, Banten.
Sekitar pukul 14.00 WIB, pesawat mengalami hilang kontak kemudian jatuh di kawasan BSD.
Baca Juga: Wajib Diketahui! Ini Dia 3 Pencegahan Penyakit Leptospirosis dari Kencing Tikus
Baca Juga: Satgas Damai Cartenz 2024 Tangkap Anggota KKB Wilayah Puncak yang Jadi DPO Sejak 2021
Kecelakaan ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan pertanyaan terkait faktor keamanan penerbangan pesawat latih.
KNKT masih terus melakukan investigasi mendalam untuk dapat segera menuntaskan kasus ini.
Editor : Bahana.