Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Besok Rakor Fordasi Dimulai, Jadi Tuan Rumah DIY, Tawarkan Tujuh Bidang Kerja Sama Sembilan Provinsi

Agung Dwi Prakoso • Senin, 26 Agustus 2024 | 22:10 WIB

Rapat koordinasi (Rakor) Forum Desentralisasi Asimetris Indonesia (Fordasi) kembali  digelar
Rapat koordinasi (Rakor) Forum Desentralisasi Asimetris Indonesia (Fordasi) kembali digelar
RADAR MALIOBORO - Rapat koordinasi (Rakor) Forum Desentralisasi Asimetris Indonesia (Fordasi) kembali  digelar.

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah agenda tahunan yang diikuti sembilan provinsi berstatus otonomi khusus dan keistimewaan.

Awalnya saat dibentuk di Yogyakarta pada 3 Maret 2017, Fordasi baru beranggotakan lima daerah. Provinsi DKI Jakarta, Aceh, Papua, Papua Barat, dan Provinsi DIY.

Sejak dua tahun lalu bertambah empat provinsi. “Sekarang anggota Fordasi ada sembilan provinsi,” ungkap Paniradya Pati Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho Senin (26/8/2024).

Tambahan empat anggota itu meliputi Provinsi Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan dan Provinsi Papua Barat Daya.

Rakor Fordasi dilaksanakan setahun sekali. Rakor Fordasi 2023 berlangsung di Manokwari, Papua Barat. 

Menghasilkan kesepakatan Pesan Manokwari yang didalamnya mengamanatkan tuan rumah Rakor Fordasi 2024 berlangsung di DIY.

Rakor Fordasi 2024 ini berlangsung selama tiga hari dari 27 - 29 Agustus 2024 ini. Lokasi acara bertempat  di kompeks Kepatihan, Hotel Royal Ambarukmo, dan Taman Budaya Yogyakarta (TBY).

Aris menilai, setiap  provinsi yang menjadi anggota Fordasi, punya kewajiban melaksanakan kegiatan lanjutan dari pertemuan dari setiap rakor.

Sebelumnya begitu rakor selesai dianggap rampung. Tak ada tindak lanjut. DIY kemudian mengambil langkah ke depan.

“Sekarang kami inisiasi kerja sama di sejumlah bidang," terang birokrat yang tinggal di Prambanan, Sleman, ini.

Sebagai tuah rumah, DIY akan mengajukan kesepakatan bersama (MoU) sembilan anggota Fordasi guna membangun kerja sama di tujuh bidang.

Meliputi pembangunan SDM kreatif dan inovatif, pengembangan ekonomi kreatif, dan peningkatan kualitas industri pariwisata.

 Lalu pengembangan dan pelestarian kebudayaan, peningkatan ketahanan pangan, pengembangan teknologi pertanian serta peningkatan tata kelola pemerintahan maupun kerja sama lain yang disepakati antardaerah anggota Fordasi.

 “Penentuan kerja sama disesuaikan dengan kebutuhan setiap daerah,” terangnya.

Hasil kerja sama antardaerah anggota Fordasi sudah bisa dirasakan masyarakat DIY. Khususnya para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Aris mencontohkan, para pelaku UMKM bisa mengirimkan produk usahanya ke seluruh Indonesia gratis ongkos kirim (ongkir). "Itu salah satu manfaat yang jelas terasa itu," tandasnya.

Bagi para pelaku UMKM yang ingin mendapatkan kemudahan itu harus bersedia bergabung dengan SiBakul Jogja.

Ini merupakan program Pemda DIY melalui Dinas Koperasi dan UKM DIY yang didukung dengan dana keistimewaan.

SiBakul Jogja berkonsentrasi pada pendampingan dan pelatihan bagi koperasi dan UKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha mereka.

Fasilitasi yang diberikan tak hanya di dalam negeri. Pengiriman barang ke luar negeri juga bebas ongkir.

“Dengan adanya Fordasi itu menjadi prioritas kalau memang ada kerja sama yang harus ditindaklanjuti," jelasnya. (oso/kus)

 

Editor : Bahana.
#yogyakarta #Keistimewaan DIY #Paniradya #keistimewaan #diy