Pemprov DIY sebagai tuan rumah telah menyiapkan segala sesuatunya dengan matang.
Sehari menjelang acara pembukaan, sejumlah peserta dari delapan provinsi mulai berdatangan.
"Hari ini (kemarin, Red), anggota Fordasi telah datang dan mendarat di Bandara Yogyakarta International Airport, Kulon Progo," ujar Paniradya Pati Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho kemarin (26/8)
Sebagian besar menginap di Hotel Royal Ambarukmo.
Di antara peserta yang sudah datang dari Provinsi Papua. Mereka menempati ruang VVIP di utara Kasultanan Ball Room.
Hotel Royal Ambarukmo menjadi tempat diadakannya welcome dinner malam ini Selasa (27/8). Dilanjutkan pembukaan. Di lokasi juga digelar Pameran Keistimewaan dari DIY.
Dari pengamatan di lokasi acara juga telah disiapkan dekorasi yang menggambarkan warisan budaya dunia Sumbu Filosofi Yogyakarta. Ruang acara berada di Kasultanan Ball Room.
Miniatur berbentuk Tugu Golong Gilig, Keraton Ngayogyakarta, hingga Panggung Krapyak ikut memperindah tempat acara.
Selain itu, beberapa tempat juga diberi informasi terkait ketugasan Paniradya Keistimewaan DIY.
Memasuki ruangan, panggung megah telah disiapkan menghadap ke barat. Kanan dan kiri panggung diberi kursi dan meja peserta dan tamu undangan.
Aris menambahkan, selain Provinsi Papua, peserta berasal dari Provinsi Daerah Khusus Jakarta, Aceh dan Provinsi Papua Barat.
Ditambah Provinsi Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan dan Provinsi Papua Barat Daya.
Rakor Fordasi 2024 bertema “Kolaborasi Fordasi dalam Membangun Sumber Daya Manusia Kreatif dan Inovatif Menuju Indonesia Emas”.
Kolaborasi artinya kerja sama, saling berpartisipasi menyelesaikan masalah secara bersama di antara anggota Fordasi.
Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) artinya pengembangan manusia dalam suatu organisasi sebagai penggerak, pemikir dan perencana untuk mencapai tujuan organisasi maupun masyarakat agar mampu bersaing dalam dunia global.
Kreatif dan inovatif adalah daya cipta dan eksplorasi ide-ide baru atau imajinatif dan mengubahnya menjadi kenyataan.
"Indonesia Emas maknanya Indonesia genap berusia 100 tahun alias Satu Abad pada 2045," tuturnya.
Anis menambahkan, tujuan rakor Fordasi itu di antaranya, melakukan koordinasi bersama terkait perkembangan, tantangan dan solusi pelaksanaan otonomi khusus atau istimewa.
Menyebarluaskan data dan informasi terkait praktik baik pelaksanaan program kebijakan otsus atau istimewa.
Melakukan koordinasi bersama untuk melaksanakan kerja sama antar pemerintah daerah.
“Terutama dalam mendukung program pembangunan dalam kerangka pelaksanaan desentralisasi asimetris yang dilakukan secara tematik berdasarkan usulan anggota Fordasi," terangnya.
Menyelenggarakan rapat koordinasi membahas isu-isu strategis dan aktual terkait pelaksanaan otonomi khusus dan/atau istimewa yang dilaksanakan secara bergantian di daerah otonomi khusus dan/atau istimewa.
Rakor Fordasi berlangsung selama tiga hari hingga Kamis (29/8).
Kegiatan meliputi acara pendukung, pra acara dan acara inti.
Acara pendukung atau pra acara merupakan acara yang terdiri dari rapat koordinasi, forum group discussion (FGD), dan praseminar melalui forum kerja sama.
Acara inti merupakan rangkaian acara Fordasi yang terdiri dari welcome dinner, Pameran Keistimewaan dari DIY, pameran inovasi dari DIY, seminar, malam keakraban, city tour dan Serenada Bunga Bangsa.
Lokasi acara di Kompleks Kepatihan, Hotel Royal Ambarukmo, Taman Budaya Yogyakarta (TBY) dan lima kbupaten/kota sebagai tujuan city tour. (oso/kus)
Editor : Bahana.