Meliputi pendidikan dan pelatihan, industri kreatif, pariwisata, kebudayaan, ketahanan pangan, pertanian, dan tata kelola pemerintahan.
“Bidang yang disepakati merupakan bidang strategis yang dapat meningkatkan performa daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Direktur Penataan Daerah, Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Valentinus Sudarjanto Sumito di sela penandatanganan kerja sama Fordasi 2024 di Hotel Royal Ambarukmo kemarin (28/8).
Adapun sembilan daerah anggota Fordasi yang sepakat menjalin kerja sama itu terdiri atas Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selaku tuan rumah, Daerah Khusus Jakarta, Aceh, Papua dann Provinsi Papua Barat.
Kemudian Provinsi Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, serta Provinsi Papua Barat Daya.
Dikatakan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi pengarusutamaan strategi pembangunan bangsa Indonesia ke depan.
Pilihan strategi tersebut diupayakan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang dibutuhkan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Dalam kesempatan itu Sudarjanto juga memberikan arahan mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Dia mengingatkan, Kolaborasi Membangun SDM Kreatif dan Inovatif Menuju Indonesia Emas merupakan tema besar Fordasi 2024.
Ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 yang fokus pada pembangunan SDM, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan birokrasi, regulasi dan transformasi ekonomi yang bermuara pada terselenggaranya pemerintah daerah yang efektif.
"SDM dan kolaborasi antarlini menjadi kunci menuju Indonesia Emas 2045," katanya.
Dengan langkah tersebut diharapkan bisa diwujudkan bersama oleh pemerintah daerah melalui Fordasi 2024.
Sudarjanto meminta agar nota kerja sama (MoU) tersebut secepatnya ditindaklanjuti dengan mekanisme kerja sama antardaerah.
Menanggapi kerja sama iu, Sekda DIY Beny Suharsono menjelaskan, DIY bisa mengambil peran di semua bidang. Dia mencontohkan kerja sama di bidang pendidikan.
Yogyakarta menyandang status kota pelajar. Banyak terdapat sekolah maupun perguruan tinggi negeri dan swasta. “Bisa menjadi magnet ikut andil dalam kerja sama tersebut,” jelas mantan kepala Bappeda DIY ini.
Lebih jauh dikatakan, DIY telah menerapkan program unggulan keistimewaan.
Di antaranya, desa mandiri budaya dan desa maritim. Dengan program itu banyak dilakukan berbagai upaya pelestarian kebudayaan.
"Itu cara kami melakukan pemanfaatan hingga di wilayah terkecil (kalurahan dan kelurahan, Red)," ujarnya.
Bersamaan dengan itu juga diluncurkan logo Fordasi 2024. Secara simbolis ditandai penekanan tombol peluncuran oleh Sudarjanto, Beny, dan perwakilan anggota Fordasi.
Logo mengandung tiga warna, hijau, biru tua dan biru muda. Warna hijau melambangkan kesejahteraan, biru tua kestabilan dan kedamaian. Kemudian biru muda melambangkan pencerahan inspirasi dan kreativitas.
Logo terdiri beberapa unsur. Pertama, triangle yang berarti wujud dari kebersinambungan dan kolaborasi.
Kedua, tiga blok yang berarti lambang tiga pulau anggota Fordasi Sumatera, Jawa dan Papua.
Ketiga, tiga lingkaran yang berarti waktu terbentuknya Fordasi pada 3 Maret 2017.
Tujuh tahun lalu Fordasi juga dibentuk dalam sebuah pertemuan di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta.
Kali pertama dibentuk oleh lima provinsi. DIY, DKI Jakarta, Aceh, Papua dan Papua Barat. Setelah 2022, anggota Fordasi bertambah empat provinsi. Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, serta Papua Barat Daya.
Malam harinya, usai penandatanganan kerja sama dan peluncuran logo Fordasi 2024, acara dilanjutkan dengan malam keakraban serta ramah tamah di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta. Acara berlangsung selepas pukul 19.30 hingga selesai. (oso/kus)
Editor : Bahana.