Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Prabowo Mengakui Korupsi Masih Merajalela di Indonesia, Ancaman Serius bagi Banga Indonesia

Iwa Ikhwanudin • Senin, 21 Oktober 2024 | 12:48 WIB

 

Pelantikan Presiden RI Prabowo Subianto.  (Instagram/@Gibran Rakabuming)
Pelantikan Presiden RI Prabowo Subianto. (Instagram/@Gibran Rakabuming)

RADAR MALIOBORO - Dalam pidatonya di hadapan anggota parlemen, Presiden Prabowo Subianto membahas berbagai isu penting yang menjadi tantangan bagi Indonesia.

Dari korupsi hingga swasembada pangan, pidato ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk melakukan perubahan dan perbaikan.

Korupsi

Salah satu poin utama yang disampaikan Prabowo adalah masalah korupsi yang masih merajalela di Indonesia. Ia mengajak semua pihak untuk berani mawas diri dan mengoreksi kekurangan yang ada.

“Saudara-saudara sekalian, marilah kita berani mawas diri, menatap wajah kita sendiri, dan memperbaiki diri kita sendiri,” ujarnya dengan tegas.

Prabowo menekankan bahwa korupsi bukan hanya masalah moral, tetapi juga ancaman serius bagi masa depan bangsa.

“Kita harus menghadapi kenyataan bahwa masih terlalu banyak kebocoran, penyelewengan, korupsi di negara kita. Ini adalah yang membahayakan masa depan kita, dan masa depan anak-anak kita, dan cucu-cucu kita,” katanya.

Dalam pidatonya, Prabowo tidak segan untuk menyebutkan bahwa ada kebocoran dalam anggaran negara yang harus segera ditangani.

"Kita harus berani mengakui terlalu banyak kebocoran-kebocoran dari anggaran kita. Penyimpangan-penyimpangan, kolusi di antara para pejabat politik, pejabat pemerintah, di semua tingkatan, dengan pengusaha-pengusaha yang nakal,” ungkapnya.

Dia menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan. “Janganlah kita takut untuk melihat realita ini,” imbuh Prabowo, mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam memberantas praktik-praktik yang merugikan negara.

"Saya sudah katakan kita harus berani menghadapi dan memberantas korupsi dengan perbaikan sistem, dengan penegakan hukum yang tegas, dengan digitalisasi," ungkap Prabowo.

Ia percaya bahwa dengan langkah-langkah tersebut, korupsi dapat dikurangi secara signifikan. "Insya Allah kita akan kurangi korupsi secara signifikan. Tapi ini harus kita lakukan," tegasnya, menunjukkan urgensi tindakan.

Prabowo juga menekankan pentingnya teladan dari pimpinan dalam setiap tingkatan. "Seluruh unsur pimpinan harus memberi contoh. Ing ngarso sung tulodo," katanya, merujuk pada prinsip kepemimpinan yang mengharuskan pemimpin menjadi contoh yang baik bagi bawahannya.

Ia menambahkan, "Ada pepatah yang mengatakan, kalau ikan menjadi busuk, busuknya mulai dari kepala."

"Semua pejabat dari semua eselon dan semua tingkatan harus memberi contoh untuk menjalankan kepimpinan pemerintahan yang sebersih-bersihnya," imbuhnya, menegaskan perlunya integritas dalam setiap lapisan pemerintahan.


Kemiskinan

Prabowo dalam pidatonya menyoroti masalah kemiskinan yang masih mengganggu banyak warga Indonesia. "Kita masih melihat sebagian saudara-saudara kita yang belum menikmati hasil kemerdekaan. Terlalu banyak saudara-saudara kita yang berada di bawah garis kemiskinan," ungkapnya.

Ia menunjukkan keprihatinan terhadap anak-anak yang pergi ke sekolah dalam keadaan lapar dan tanpa pakaian yang layak.

Ia mengingatkan para pemimpin politik agar tidak terlalu cepat berpuas diri dengan statistik positif. "Kita merasa bangga bahwa kita diterima di kalangan G20, tetapi apakah kita sungguh-sungguh melihat gambaran yang utuh dari keadaan kita?" Prabowo mempertanyakan kesenjangan yang masih ada, termasuk masalah gizi buruk dan pengangguran.

Swasembada Pangan

Prabowo melanjutkan dengan mencanangkan pentingnya swasembada pangan. "Indonesia harus segera swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," tegasnya. Ia menjelaskan bahwa ketergantungan pada impor pangan dapat menjadi risiko, terutama dalam keadaan krisis.

Dengan optimisme, ia menyatakan bahwa dalam waktu empat hingga lima tahun, Indonesia bisa mencapai swasembada pangan dan bahkan menjadi lumbung pangan dunia.

Swasembada Energi

Tak kalah penting, Prabowo juga menekankan perlunya swasembada energi. "Dalam keadaan ketegangan dan kemungkinan perang, kita harus siap dengan kemungkinan terburuk," katanya.

Ia menyoroti potensi sumber daya energi yang ada, seperti kelapa sawit untuk bahan bakar, serta sumber energi terbarukan seperti geotermal dan hidro.

Subsidi Bantuan

Prabowo menggarisbawahi pentingnya distribusi bantuan yang tepat sasaran. "Semua subsidi bantuan kepada rakyat kita yang masih dalam keadaan susah harus sampai kepada mereka yang membutuhkan," ujarnya.

Dengan teknologi digital, pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa subsidi tersebut menjangkau setiap keluarga yang membutuhkan, sehingga anak-anak dapat mendapatkan makanan bergizi minimal satu kali sehari.

Hilirisasi Komoditas

Ia juga mengajak untuk melakukan hilirisasi terhadap komoditas nasional, dengan tujuan meningkatkan nilai tambah yang akan menguntungkan ekonomi rakyat. "Nilai tambah dari semua komoditas itu harus menambah kekuatan ekonomi kita," tegas Prabowo, menekankan pentingnya kesejahteraan yang merata.

Solidaritas untuk Palestina

Di akhir pidatonya, Prabowo mengekspresikan dukungannya terhadap kemerdekaan rakyat Palestina. "Kita adalah prinsip antipenjajahan, kita harus membela rakyat-rakyat yang tertindas di dunia ini," ungkapnya. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk membantu negara-negara yang mengalami penindasan. Pada Minggu, (20/10/2024) **

(Windu Fitri Yasni, Berbagai sumber).

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Siap #perang #swasembada #korupsi #prabowo