Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Skema Sekolah Rakyat Rancangan Presiden Prabowo Subianto, Begini Penjelasannya

Iwa Ikhwanudin • Senin, 28 April 2025 | 21:24 WIB
Saifullah Yusuf, Mentri Sosial Republik Indonesia.
Saifullah Yusuf, Mentri Sosial Republik Indonesia.

RADAR MALIOBORO - Apa Itu Sekolah Rakyat?

Sekolah rakyat adalah salah satu program yang sedang dikembangkan oleh Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran Kabinet Merah Putih dalam bidang pendidikan.

Sekolah ini didirikan tak lain sebagai upaya nyata pemerataan akses pendidikan yang menyeluruh di Indonesia.

Sekolah ini ditujukan sebagai program pendidikan gratis terutama untuk memberikan akses pendidikan yang berkualitas pada anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya dengan tingkat kemiskinan ekstrem.

Program ini di bawah naungan Kementrian Sosial dengan jenjang SD, SM, dan SMA. Selain pendidikan gratis, sekolah ini dirancang berupa sekolah berasrama (boarding school) agar memudahkan peserta didiknya fokus dalam belajar tanpa harus memikirkan tempat tinggal yang kurang layak.

Darimana Anggaran Sekolah Rakyat?

Perihal sumber anggaran, Sekolah Rakyat didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Alih-alih Kementrian Sosial, sarana prasarana sekolah-sekolah ini nantinya akan dikonstruksi oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU).

Selain itu, pembangunan dalam tahap awal akan difokuskan dengan memanfaatkan bangunan-bangunan atau gedung yang sebelumnya sudah ada.

Setelahnya, akan dilakukan renovasi juga perluasan ruangan sesuai prototipe yang dirancang untuk kebutuhan jangka panjang.

Bagaimana Progres Nyata Sekolah Rakyat?

Dilansir dari setneg.go.id, Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia merilis pernyataan bahwa Sekolah Rakyat ditargetkan akan tuntas pada Juni 2025.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan pada tahun 2025 pemerintah menargetkan pengadaan 200 Sekolah Rakyat dengan total 53 unit ditargetkan selesai pada Juni 2025 dan sudah dapat beroperasi pada tahun ajaran 2025/2026.

Hal ini disampaikan seusai ia melaksanakan rapat koordinasi bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo juga Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Senin (14/4/2025).

Dody juga menyampaikan perihal koordinasi intensif yang dilakukan seluruh jajaran kementerian atau lembaga (K/L) agar program Sekolah Rakyat dapat lekas dirampungkan.

"Kita sudah melakukan survei-survei di daerah yang menjadi lokasi pembangunan sekolah rakyat."

"Bersama dengan Mensos kami tengah merancang prototipe dan detail engineering design (DED) untuk pembangunan tahap 1 yang direncanakan selesai pada bulan Juli 2025," terang Dody.

Bagaimana Proses Rekrutmen Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat?

Mensos Syaifullah Yusuf yang kerap disapa Gus Ipul menyampaikan bahwa terdapat dua opsi rekrutmen guru sebagai tenaga pendidik di Sekolah Rakyat.

Adapun opsi tersebut meliputi guru dari Aparatur Sipil Negara (ASN) atau guru yang telah bersertifikat pendidikan profesi guru.

Sejauh ini, keduanya sudah di tahap finalisasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.

Apakah Sekolah Rakyat Memiliki Kesan Diskriminatif Lantaran Diperuntukkan Pada Siswa Kurang Mampu?

Kembali Gus Ipul menekankan, bahwa pemerintah akan memastikan tidak ada kesenjangan tata kelola antara Sekolah Rakyat dan sekolah-sekolah lainnya, sebab program ini juga bersinergi dengan kementerian lainnya seperti Kementrian Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

(Umi Jari Widayah)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Sekolah Rakyat #menteri sosial #syaifullah yusuf #Menteri Sekretaris Kabinet #Dody Hanggodo #Menteri Pekerjaan Umum #Boarding School #Prabowo Subianto