Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Dedi Mulyadi Disorot Lagi: Kasus Vina Cirebon Hingga Ancaman Pembunuhan

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 30 April 2025 | 00:15 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

RADAR MALIOBORO - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kini jadi sorotan, banyak pro dan kontra terkait gaya kepimpinan dan gebrakan-gebrakan yang dibuat mantan Bupati Purwakarta ini.

Bahkan baru-baru ini Dedi mendapatkan ancaman pembunuhan.

Dalam siaran "Catatan Demokrasi yang tayang di TV One" Rabu (9/4/2025) lalu, Dedi juga mendapatkan kritikan dari pengacara Pegi Setiawan di Kasus Vina Cirebon, Toni Raden Mas (RM).

Dedi disebut terlalu 'berani' dalam memimpin Jawa Barat.

Toni mengingatkan Dedi bahwa gaya kepemimpinan yang terlalu 'berani' justru kurang baik karena terlihat emosional dalam mengeksekusi setiap kebijakan.

"Jangan sampai orang-orang yang dinilai melanggar aturan itu dianggap sebagai musuh sehingga perlakuannya itu agak kurang santun," katanya.

Dedi dan Toni pernah berada di pihak yang sama saat kasus Vina Cirebon menjerat Pegi Setiawan.

Toni 'mati-matian' membela Pegi dan mengklaim bahwa kliennya tidak bersalah.

Hal yang sama dilakukan Dedi yang konsen di kasus Vina Cirebon, sedari awal dia rajin mendatangi saksi-saksi kasus ini bahkan menemani ayah Pegi menghadiri sidang praperadilan di PN Bandung.

Berkali-kali Mendapatkan Ancaman Pembunuhan

Tak hanya kritikan, politisi partai Gerindra ini juga ternyata berkali-kali mendapatkan ancaman pembunuhan.

Terbaru, saat siaran langsung di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi pada Senin, (21/4/2025) salah satu akun mengomentari dan mengancam akan menggunakan bom untuk membunuh dan menghancurkan rumah Dedi.

Lewat akun instagram miliknya Dedi mengatakan bahwa diancam adalah salah satu risiko pekerjaannya sebagai pemimpin.

“Kalau saya sih sudah sejak saya jadi bupati sudah terbiasa ya diancam dibunuh, diancam diculik, diancam apa pun, dan itu kan bagian dari dinamika risiko seorang pemimpin,” kata dia.

Lebih lanjut ia memastikan merespons dengan tenang berbagai caci maki, hinaan, termasuk ancaman pembunuhan.

Dia bahkan disebut pengkhianat dan penjahat oleh demonstran yang meminta tambang ilegal kembali dibuka.

"Banyak orang bertanya, apakah saya akan melaporkan orang-orang yang telah menghina saya di depan umum. Saya sebagai pribadi sudah terbiasa terhadap berbagai caci maki, hinaan, ancaman, bahkan upaya-upaya pembunuhan yang pernah akan dilakukan terhadap diri saya," katanya.

Kendati mendapat ancaman pembunuhan, Dedi mengatakan dirinya masih menjalani pekerjaan seperti biasa.

“Saya biasa saja. Saya mempercayakan diri bahwa rakyat Jawa Barat melindungi saya, dan saya mempercayakan diri juga pada ajudan atau tim pengamanan dari Polda Jabar yang selama ini nempel di saya sudah relatif cukup,” kata dia.

Dedi Mulyadi mengaku dirinya tidak akan mengurangi intensitas kegiatannya.

“Enggak lah, saya terus. Buktinya kemarin saya datangin ke kampung preman, ke Depok, artinya saya itu gak akan terpengaruh oleh ancaman siapa pun," ujarnya. (Umi Jari Widayah)
 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#kasus vina cirebon #gaya kepemimpinan #blak-blakan #ancaman pembunuhan #gubernur jawa barat #dedi mulyadi #Mantan Bupati Purwakarta