RADAR MALIOBORO - Presiden Prancis Emmanuel Macron tiba di Jakarta pada Selasa malam, 27 mei 2025, untuk memulai kunjungan kenegaraan selama tiga hari ke Indonesia.
Kunjungan ini menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Prancis, yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade.
Macron, didampingi Ibu Negara Brigitte Macron, disambut oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Luar Negeri Sugiono di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Kunjungan ini, yang merupakan kunjungan kenegaraan pertama seorang Presiden Prancis ke Indonesia sejak deklarasi kemitraan strategis pada 2011, menandai peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
Dalam agenda utamanya, Macron dijadwalkan bertemu dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Rabu, 28 Mei 2025.
Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama strategis di berbagai sektor, termasuk pertahanan, ekonomi digital, kecerdasan buatan (AI), energi hijau, dan pendidikan.
Salah satu fokus utama pertemuan adalah kerja sama pertahanan, dengan rencana penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista) strategis, seperti pesawat tempur Dassault Rafale dan kapal selam kelas Scorpene.
"Kami akan memperkuat kolaborasi di bidang pertahanan, khususnya untuk alutsista strategis, sebagai bagian dari kemitraan jangka panjang kedua negara," ujar Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Selain agenda di Jakarta, Macron juga dijadwalkan mengunjungi Akademi Militer (Akmil) di Magelang, Jawa Tengah, untuk meninjau program pelatihan bahasa Prancis bagi personel TNI yang akan mengoperasikan alutsista dari Prancis.
Kunjungan ini mencerminkan komitmen Prancis untuk mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia Indonesia.
Selain itu, Macron akan mengunjungi Candi Borobudur, memenuhi keinginannya untuk melihat langsung keindahan warisan budaya dunia tersebut.
Di bidang ekonomi dan teknologi, kedua negara berencana memperdalam kerja sama dalam transformasi digital dan energi berkelanjutan.
Prancis, sebagai salah satu pemimpin di bidang kecerdasan buatan, diharapkan dapat mendukung Indonesia dalam pengembangan talenta AI dan infrastruktur digital.
"Indonesia adalah mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik. Kami ingin memperkuat kolaborasi di sektor teknologi dan energi hijau untuk menghadapi tantangan global," ujar Macron dalam pernyataannya setibanya di Jakarta.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari rangkaian lawatan Macron di kawasan Indo-Pasifik, yang mencakup Vietnam dan Singapura, menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra kunci Prancis di kawasan.
Dengan hubungan bilateral yang semakin erat, kunjungan ini diharapkan menghasilkan kesepakatan konkret yang tidak hanya memperkuat kemitraan strategis.
Tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara, mulai dari peningkatan investasi hingga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Kunjungan Presiden Macron menegaskan komitmen bersama Indonesia dan Prancis untuk membangun masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.
Sekaligus membuka babak baru dalam hubungan diplomatik yang telah terjalin selama 75 tahun. (Tri Advent Sipangkar)
Editor : Meitika Candra Lantiva