Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Anggota Komisi B DPRD Sleman, Soroti Urgensi Pembelajaran Aksara Jawa Melalui Bedah Buku

Bahana. • Rabu, 23 Juli 2025 | 02:27 WIB
Photo
Photo

SLEMAN, Radar Malioboro – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sleman Syukron Arif Muttaqin turut menjadi narasumber bedah buku berjudul Salah Kaprah Aksara Jawa.

Kegiatan digelar bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Sleman. Berlangsung di Aula Kalurahan Sumberarum, Moyudan Senin (21/7/2025).

“Acara ini tentunya menjadi wadah diskusi mendalam mengenai tantangan dan solusi pelestarian aksara Jawa, khususnya di kalangan generasi muda,” ujar Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Sleman itu.

Dalam pemaparannya, Syukron yang juga merupakan mantan Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pemeliharaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa tahun 2020 itu, menyoroti adanya salah pemahaman tentang aksara Jawa.

Selama ini katanya, hanya berhenti pada narasi filosofi dan mitologi. Fokus pada lapisan-lapisan abstrak atau simbolik, sementara pemahaman mengenai perannya sebagai alat komunikasi dalam sejarah budaya Jawa, terutama dalam konteks fungsional dan praktis, belum banyak digali.

“Misalnya seperti pemahaman pada penulisan loro (angka) dengan loro (sakit) seringkali dalam penulisan sama tapi sebetulnya berbeda makna,” kupasnya.

Syukron menekankan, kebiasaan seperti itu dalam keseharian dibuat biasa dan terus berulang, sehingga membingungkan dan ternyata salah kaprah. “Berlanjut hingga saat ini tanpa ada yang peduli,” ungkapnya.

Syukron yang juga penulis buku Salah Kaprah Aksara Jawa bersama Setya Amrih Prasaja itu juga menyoroti kondisi darurat pembelajaran bahasa Jawa di tingkat Sekolah Dasar (SD). Ia berpendapat sebagai daerah istimewa sepatutnya warga Jogjakarta mampu membaca dan menulis aksara Jawa.

Oleh karena itu, Suami Malikhah Nur Farida itu menekankan perlunya perbaikan sistem pembelajaran. Dimana guru-guru yang mengajar bahasa dan aksara Jawa harus memiliki kompetensi yang mumpuni.

"Kalau perlu ada program khusus kejar paket pelatihan aksara Jawa guna memastikan guru-guru kita benar-benar siap mengajar," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Koleksi Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman Wahyuningsih turut memberikan perspektif terkait peran perpustakaan dalam mendukung pelestarian aksara Jawa.

“Kegiatan semacam ini baik. Dapat memicu diskusi lebih lanjut dan melahirkan solusi konkret dalam rangka meningkatkan minat serta kemampuan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mempelajari dan melestarikan aksara Jawa,” imbuhnya.

Terkait darurat Aksara Jawa dikalangan pelajar, Wahyuningsih menanggapi perlu adanya pembiasaan sehari-hari mulai dari keluarga.

Penting untuk membiasakan berbahasa Jawa halus di rumah karena dampaknya dapat melestarikan budaya, memperkuat identitas, dan mengajarkan nilai-nilai luhur.

“Tentunya pembiasaan ini juga membantu anak-anak dalam memahami dan menerapkan unggah-ungguh (tata krama) dalam berkomunikasi, terutama kepada orang yang lebih tua,” tegasnya. (naf)

Editor : Bahana.
#KOMISI B DPRD SLEMAN #aksara jawa