Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kekuatan dan Kepedulian dari Komunitas Penyintas Stroke Yogya, Begini Cerita Mereka

Iwa Ikhwanudin • Senin, 11 Agustus 2025 | 20:44 WIB
Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan bersama Komunitas Penyintas Stroke Yogyakarta di Balaikota Jogja (10/8/2025). 
Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan bersama Komunitas Penyintas Stroke Yogyakarta di Balaikota Jogja (10/8/2025). 

RADAR MALIOBORO – Kemeriahan yang penuh dengan suka cita tampak terlihat jelas di Plaza Balai Kota Yogyakarta, Minggu (10/8/2025).

Bukan sekadar perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia, tetapi momen ini menjadi panggung bagi para penyintas stroke untuk menunjukkan bahwa semangat tidak pernah lumpuh.

Di bawah langit Umbulharjo, Komunitas Penyintas Stroke Yogyakarta menggelar berbagai lomba, bercengkerama, dan saling menyemangati.

Di antara mereka ada Aris Kusdarnanto, yang sejak 2022 berjuang melawan keterbatasan fisik akibat stroke.

“Lewat komunitas ini saya bersyukur karena bisa berbagi asa dan kegembiraan bagi sesama penyintas, termasuk para care giver yang tergantung ikut mending proses pemulihan kami."

"Terlebih kegiatan dari Komunitas Penyintas Stroke Yogyakarta juga rutin digelar, ini sudah yang keenam. Semoga dukungan tetap terus hadir,” ungkap Aris.

Wawan Harmawan, Wakil Walikota Yogyakarta turut hadir di tengah acara untuk memberikan dukungannya pada kegiatan ini.

Ia tak bisa meyembunyikan rasa kagumnya pada komunitas ini karena menjadi sumber energi positif.

"Bapak Ibu di sini buat kami secara pribadi menginspirasi bagaimana semangat juang yang luar biasa, untuk bertahan dan berusaha untuk pulih, agar bisa menjadi aktivitas sehari-hari dengan lebih baik," ujarnya.

Baginya, kekuatan komunitas ini adalah teladan.

Bukan hanya bagi penyintas lain, tetapi juga bagi masyarakat luas untuk saling peduli.

Pemerintah Kota pun menegaskan bahwa pemulihan penyintas stroke tidak hanya bergantung pada pengobatan medis.

Namun perawatan rutin, pendampingan emosional, dan dukungan sosial merupakan pilar penting untuk mengembalikan semangat hidup mereka.

Ia juga mengajak setiap penyintas untuk rutin memeriksakan kesehatan, serta mengingatkan keluarga dan masyarakat agar terus hadir mendampingi, baik secara emosional maupun psikologis.

Perayaan kemerdekaan ini menjadi simbol kebebasan bagi para penyintas bebas dari rasa putus asa, bebas dari stigma, dan bebas untuk bermimpi lagi.

Di antara bendera merah putih yang berkibar, mereka berdiri tegak, membuktikan bahwa semangat juang bisa melampaui batas tubuh.

(Aulia Freza Fitriani)
Sumber: laman Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kepedulian Bagian dari Nilai Hidup #penyintas #komunitas #stroke #penyintas stroke