RADAR MALIOBORO — Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD yang digelar pada Jumat (15/8/2025) dimulai pada pukul 09.00 berlangsung khidmat di Kompleks Parlemen, Senayan. Rangkaian acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan pembukaan oleh Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, dilanjutkan sambutan dari Ketua DPR RI, Dr. (H.C) Puan Maharani.
Dalam pidatonya, Puan menegaskan peran DPR RI sebagai “nurani rakyat” yang berkomitmen memastikan kekuasaan tetap setia pada rakyat, berjalan di jalur konstitusi, dan menegakkan prinsip demokrasi berdasarkan hikmat kebijaksanaan. Ia menepis anggapan bahwa fungsi pengawasan DPR dimaksudkan untuk melemahkan pemerintah. Menurutnya, semua fungsi lembaga legislatif justru bertujuan agar setiap kebijakan berpihak pada rakyat dan selaras dengan aturan dasar negara.
Usai sambutan Ketua DPR, Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto naik podium untuk menyampaikan pidato kenegaraan perdananya di hadapan MPR, DPR, dan DPD. Dalam paparannya, Presiden menekankan komitmen pemerintah dalam mengejar ketertinggalan pendidikan nasional, terutama di bidang sains dan teknologi.
Prabowo mengumumkan rencana pembangunan 20 Sekolah Garuda dan 80 Sekolah Unggul Garuda Transformasi, serta memperluas jaringan sekolah Taruna Nusantara terintegrasi di berbagai pelosok tanah air. Tak hanya itu, tahun ini pemerintah akan membangun fakultas kedokteran di sejumlah universitas dan mendistribusikan smart platform hingga ke desa-desa tertinggal untuk memfasilitasi guru dan siswa agar dapat mengakses pendidikan yang lebih maju.
Di luar sektor pendidikan, Presiden juga menegaskan sikap tegas terhadap praktik korupsi. Ia menegaskan pemerintah tidak akan ragu membongkar kasus-kasus besar yang merugikan negara. Dalam laporannya, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah telah berhasil merebut kembali 3,1 juta hektar dari potensi 5 juta hektar lahan sawit yang terbukti melanggar aturan.
Pidato Presiden ini menandai arah kebijakan pemerintah untuk lima tahun ke depan, dengan fokus pada penguatan sumber daya manusia, penegakan hukum, dan reformasi tata kelola sumber daya alam demi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.
(Aulia Freza Fitriani)
Editor : Iwa Ikhwanudin