RADAR MALIOBORO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat dengan meluncurkan program Ngulir Budi (Ngupoyo Hulu Hilir Budidayo Iwak) di Kelurahan Sentolo. Program budidaya ikan terpadu ini diresmikan oleh Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, pada Kamis (21/8/2025), sebagai langkah strategis untuk menggerakkan ekonomi lokal yang didukung penuh oleh dana daerah.
Peresmian yang berlangsung di Kompleks Wisata Tebing Watubulus, Padukuhan Siwalan, ini menjadi sorotan karena inovasinya. Program ini tidak hanya menyediakan 57 kolam budidaya, melainkan juga memanfaatkan energi solar sel untuk pompa air dan penerangan, menjadikannya pionir di kalangan kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) setempat.
Bupati Agung Setyawan memuji Ngulir Budi sebagai terobosan cerdas yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat. "Program ini sangat cerdas karena berbasis pemberdayaan masyarakat. Pembangunan tidak hanya fisik, tetapi juga spiritual dan ekonomi. Harapan saya, program ini dijaga keutuhannya dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," tegas Bupati.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan), Ir. Trenggono Trimulyo, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya mencakup pembangunan fisik, tetapi juga pelatihan, rumah produksi, hingga dukungan pakan mandiri, memastikan program berjalan secara sistematis dari hulu hingga hilir.
Dengan dukungan penuh dari Pemkab Kulon Progo dan semangat mandiri dari Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) setempat, Ngulir Budi diharapkan tidak hanya meningkatkan kemandirian ekonomi, tetapi juga mengubah Tebing Watubulus menjadi destinasi wisata edukasi perikanan yang ikonik di Kulon Progo.
(Qurata Ayun)
Sumber: pemkab.kulonprogokab.go.id
Editor : Iwa Ikhwanudin