RADAR MALIOBORO - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, secara resmi mengumumkan pencabutan tunjangan perumahan anggota DPR serta moratorium seluruh perjalanan dinas luar negeri bagi anggota legislatif.
Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, pada Sabtu malam (31/8/2025), menyusul gelombang aksi demonstrasi yang meluas dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan fasilitas publik.
“Pemerintah mendengar dan memahami aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, kami telah sepakat untuk mencabut tunjangan perumahan dan menangguhkan semua perjalanan luar negeri bagi anggota DPR untuk sementara waktu,” ujar Prabowo.
Langkah ini diambil setelah pecahnya protes besar-besaran di berbagai kota yang menyoroti ketimpangan anggaran dan fasilitas elite politik.
Beberapa unjuk rasa berujung pada kericuhan, penjarahan, dan bentrok dengan aparat, yang menyebabkan sedikitnya enam orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara damai, namun mengingatkan bahwa aksi yang disertai kekerasan tidak dapat dibenarkan.
“Kebebasan berekspresi adalah hak semua warga negara, tapi tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang mengancam ketertiban dan keselamatan umum. Tindakan makar dan teror terhadap negara tidak akan ditoleransi,” katanya tegas.
Presiden juga memerintahkan aparat keamanan, TNI dan Polri, untuk mengambil langkah-langkah terukur dalam mengamankan situasi, serta menindak tegas pelaku kekerasan dan penjarahan.
Namun, ia juga menginstruksikan agar penegakan hukum tetap dijalankan secara transparan dan akuntabel.
Menanggapi situasi yang terus berkembang, Prabowo membuka pintu dialog nasional.
Ia meminta DPR dan institusi terkait untuk mengundang perwakilan demonstran, mahasiswa, dan tokoh masyarakat dalam forum terbuka guna menyerap aspirasi serta mencari solusi bersama.
“Negara ini milik kita bersama. Saatnya kita duduk bersama, mencari titik temu, dan membangun Indonesia yang lebih adil dan bermartabat bagi semua,” tutup Presiden.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sejumlah wilayah masih dijaga ketat oleh aparat keamanan.
Pemerintah juga membatalkan sejumlah agenda luar negeri, termasuk kunjungan kenegaraan ke Tiongkok, sebagai bentuk prioritas penanganan krisis di dalam negeri. (Alya Amirul Khasanah)
Editor : Meitika Candra Lantiva