JOGJA - Pameran Pertanahan 2025 yang diselenggarakan Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Paniradya Kaistimewan ditutup hari ini, Kamis (4/9).
Salah satu program baru dalam pameran yakni Klinik Konsultasi Pertanahan mendapat atensi cukup tinggi dari pengunjung.
Pameran yang digelar selama dua hari di Museum Sonobudoyo Yogyakarta itu menghadirkan berbagai arsip dan wawasan terkait manfaat Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten.
Mulai dari contoh kebermanfaatan tanah untuk kepentingan umum hingga informasi terkait prosedur perizinan dihadirkan dalam pameran tersebut.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY Adi Bayu Kristanto mengatakan kali pertama menghadirkan ruang konsultasi pertanahan di luar kantor dalam bentuk klinik.
Biasanya, masyarakat yang ingin konsultasi hanya bisa melakukan konsultasi dengan datang di Kantor Dispertaru yang setiap hari membuka layanan konsultasi tersebut.
"Konsultasi berlandaskan Peraturan Gubernur Nomor 49 Tahun 2018 tentang Prosedur Permohonan Pemanfaatan Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (4/9).
Dalam klinik tersebut, masyarakat juga bisa mendapatkan informasi perihal tata cara mendapatkan serat kekancingan dan sebagainya di atas Tanah Kaultanan maupun Kadipaten.
Setelah memasuki pintu utama Galeri Sonobudoyo yang digunakan untuk Pameran Pertanahan, pengunjung akan menemukan tiga bilik ruangan yang berisi petugas baik dari Dispertaru, Paniradya Kaistimewan, Keraton Jogja maupun Kadipaten Pakualaman.
Mereka bertugas sebagai 'dokter' yang menjelaskan terkait pertanahan bagi pengunjung.
Terdapat tiga ruangan yang terdiri dari Ruang Konsultasi Kekancingan Tanah Kasultanan (Sultanaat Ground) maupun Tanah Kadipaten (Pakualamanaat Ground) kemudian ada juga Ruang Konsultasi Hak Guna Bangunan (HGB)/ Hak Pakai dan Tanah Kalurahan.
Juga dijelaska tentang implementasi Pergub 22 tahun 2024 tentang pemanfaatan Tanah alirahan yang berasal dari hak anggaduh.
"Jangan sampai ada lagi lurah, pamong ataupun masyarakat yang terjerat pelanggaran korupsi tanah. harapannya juga biar pada tertib administrasi," ucapnya.
Setelah pameran berakhir, lanjutnya, akan dilakukan evaluasi terkait jumlah kunjungan ke klinik konsultasi.
Melihat seberapa besar antusiasme masyarakat yang nantinya sebagai dasar dihadrikannya kembali klinik tersebut di berbagai event lainnya.
Ia menilai informasi terkait pemanfaatan tanah tersebut pnting untuk selalu digaungkan. nantinya, ia akan megevaluasi pelaksanaan program klinik tersebut.
" Kami juga mengahdirkan info grafis tentang prosedur pemnafaatan SG dan PAG dalam pameran tersebut," paparnya.
Berdasarkan data yang tertulis di absensi Klinik Konsultasi Pertanahan, terdapat sekitar 50 kunjungan selama dua hari.
Mayoritas masyarakat berkonsultasi tentang prosedut mengurus kekancingan, Pemanfaatan Tanah Kalurahan dan HGB/Hak Pakai. (oso)
Editor : Bahana.