Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Buntut Hilangnya Jaringan di Merauke Papua Selatan: Sejumlah Rakyat Tuntut Keadilan Digital dalam Audiensi Telkom di Jakarta

Bahana. • Selasa, 9 September 2025 | 22:53 WIB

Photo
Photo
RADAR MALIOBORO – Peristiwa hilangnya jaringan di Kota Merauke, Papua Selatan kembali menjadi topik hangat di tahun 2025 ini.

Sebelumnya peristiwa hilangnya jaringan ini sering kali terjadi yang dimulai sejak tahun 2016.

Kerusakan dan hilangnya jaringan di Merauke Papua Selatan terjadi karena adanya gangguan pada kabel Sistem Komunikasi Kabel Laut – Sulawesi Maluku Papua Cable System (SKKL- SMPCS) tepatnya di daerah ruas Sorong – Merauke.

Dampak yang dirasakan dari hilangnya jaringan di Merauke Papua Selatan cukup merugikan banyak pihak.

Pihak-pihak tersebut antara lain pekerja, driver atau ojek online, murid dan mahasiswa, terlebih lagi pekerja yang berjualan dengan berbasis serba online.

Dilansir dari akun instagram @info_kejadian_merauke bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Papua Selatan bersama para rombongan mahasiswa, organisasi kepemudaan (OKP), komunitas ojek online serta sampai dengan pelaku UMKM turut menyuarakan tentang keadilan digital di wilayah Merauke Papua Selatan pada senin (8/9/2025).

“Kami datang ke Jakarta bukan untuk mendengar data dan presentasi teknis. Kami butuh solusi nyata. Jangan sampai kami pulang dengan tangan kosong, karena masyarakat di Papua Selatan menunggu hasilnya,” ucap Andika Laborar, koordinator lapangan (korlap) di aksi protes hilangnya jaringan Merauke Papua Selatan.

Tak hanya dari Andika saja, Matsalim Yamawi Mahuze yang merupakan salah satu perwakilan ojek online yang datang dalam audiensi Telkom di Jakarta mengungkapkan isi hatinya kepada semua orang.

“Ketika internet putus berminggu-minggu, kami tidak bisa bekerja. Banyak teman-teman akhirnya gagal bayar cicilan motor dan motornya ditarik leasing. Itu nyata terjadi, bukan sekedar cerita,” jelas Matsalim, perwakilan ojek online Merauke Papua Selatan.

Terakhir dari perwakilan UMKM Merauke, yakni Riski Putri H.J.P ikut bersuara dengan mengungkapkan kepada semua orang bahwa hilangnya jaringan di Merauke Papua Selatan menyebabkan kerugian yang cukup besar.

“Tanggal 16 agustus itu saya dapat 25 order sambal dan 30 order catering. Semua sudah saya siapkan, belanja bahan pun sudah dilakukan. Tapi karena jaringan putus, konsumen tidak bisa menghubungi saya. Mereka langsung batalkan pesanan. Rugi semua,” jelas Riski di depan banyak orang.

Dari diskusi yang dilakukan antara berbagai pihak perwakilan dari Merauke Papua Selatan dengan jajaran Telkom Indonesia di Jakarta menghasilkan keputusan bahwa akan dilakukan adanya pengadaan perangkat satelit dan antena cadangan yang dipindahkan dari Makassar menuju Merauke.

Perangkat ini sangat berguna dan berfungsi untuk sebagai backup darurat agar wilayah Merauke tidak mengalami suatu kelumpuhan komunikasi secara total jika terjadi gangguan kabel optik.

Direktur Network Telkom Indonesia, Nanang Hendarno meyakinkan bahwa perangkat tersebut akan tiba di Merauke Papua Selatan dalam dua minggu ke depan, yakni pertengahan September.

“Kami pastikan perangkat dari Makassar akan tiba di Merauke dalam dua minggu ke depan, sekitar pertengahan September 2025,” Ucap Nanang, Direktur Network Telkom Indonesia.

Penulis: Cut Nazwa Khiranjani

Editor : Bahana.
#marauke #Papua Selatan