RADAR MALIOBORO – Kota Yogyakarta kembali menghadapi masalah klasik terkait pengelolaan sampah. Sejumlah depo sampah di berbagai lokasi dilaporkan mengalami overload, pada Rabu 17/9/2025, dengan ketinggian tumpukan sampah mencapai lebih dari dua meter. Kondisi ini menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi perhatian serius bagi warga sekitar. Beberapa depo yang mengalami kelebihan kapasitas antara lain depo di Jalan Brigjen Katamso, depo Mandala Krida, dan depo sampah di Kotabaru, di mana gunungan sampah di depo Kotabaru bahkan mencapai 2 meter.
Kondisi ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk keterbatasan kuota pembuangan ke TPA Piyungan, yang hanya mendapat jatah maksimal 2.400 ton sampah hingga Desember 2025. Padahal, produksi sampah harian mencapai 300 ton dan bisa meningkat saat akhir pekan atau hari libur. Selain itu, 60% dari total sampah tersebut merupakan sampah organik. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, seperti memilah sampah dari rumah, serta penutupan TPA Piyungan karena melebihi kapasitas juga berkontribusi pada penumpukan ini.
Dampak dari penumpukan sampah ini cukup serius, menimbulkan pencemaran lingkungan dan berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit yang ditularkan oleh tikus dan demam berdarah. Bau tidak sedap dari tumpukan sampah juga mengganggu kenyamanan warga sekitar. Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya dengan berbagai cara, antara lain pembatasan pembuangan sampah dari sumbernya dan edukasi pengelolaan sampah skala rumah tangga. Dinas Lingkungan Hidup juga terus mendorong program edukasi dan pendampingan, serta membagikan ember khusus untuk memisahkan sampah organik.
Pemerintah juga menambah 600 unit gerobak baru untuk memperkuat sistem pengumpulan sampah dan berencana mengolah sampah di unit pengelolaan sampah (UPS) yang ada di kota. Selain itu, program emberisasi untuk memilah sampah organik dan pengembangan bank sampah digital juga menjadi solusi inovatif. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dengan memisahkan sampah dari rumah, mengolah sampah organik, dan mendukung program bank sampah. Dengan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan masalah penumpukan sampah di Kota Yogyakarta dapat segera teratasi.
(Laeli Musfiroh)
Editor : Iwa Ikhwanudin