Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Bikin Politik jadi Asik, Anggota DPRD Sleman Syukron Gelar Sekolah Kader Perubahan

Bahana. • Senin, 22 September 2025 | 23:14 WIB

Photo
Photo
SLEMAN - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan kader muda berkualitas.

Terbaru, Anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil 6 Syukron Arif Muttaqin mengajak 100 pemuda mengikuti program Sekolah Kader Perubahan Minggu (21/9/2025).

Sekretaris FPKB Sleman itu menyebut Sekolah politik dirancang menjadi ruang belajar yang segar, inklusif, sekaligus inspiratif bagi generasi muda yang tertarik terjun ke dunia politik.

"Program ini tidak hanya mengajarkan teori politik dan kepemimpinan, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis, mulai dari strategi komunikasi politik, manajemen organisasi, hingga penguatan jejaring sosial," jelasnya di Ndalem Mulangen, Mlangi, Nogotirto, Gamping Sleman.

Syukron mengungkapkan politik itu harus asik. Oleh sebab itu, format pembelajaran pun dibuat interaktif sehingga para peserta merasakan pengalaman nyata berpolitik sehat dan membangun.

"Keasikan ini juga sebagai sarana menepis anggapan bahwa politik itu kaku dan penuh konflik. Sebaliknya, politik dapat menjadi arena gagasan, kolaborasi, dan jalan perubahan menuju kesejahteraan rakyat kedepan," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Kaderisasi Kabupaten (LKK) PKB Sleman Wanto usai membuka Sekolah Politik menekankan Sekolah Kader Perubahan merupakan program berkelanjutan yang sudah dirancang untuk melahirkan kader-kader PKB yang berkualitas.

Politisi asal Berbah yang juga Anggota Dewan itu berharap melalui program ini dapat mencetak generasi penerus yang siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui jalur politik, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan yang menjadi ruh partai.

Sekolah Kader Perubahan PKB Sleman ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang sebagian besar berasal dari kalangan muda.

Faizah Nur Fatimah misalnya. Perempuan asal Moyudan itu menilai pendekatan politik asik mampu membuat dunia politik lebih mudah dipahami, sekaligus menumbuhkan semangat keterlibatan aktif dalam proses demokrasi.

Sementara pria asal Seyegan Ahmad Muhaimin mengaku tertarik mengikuti kegiatan karena konsep yang ditawarkan berbeda.

"Ternyata program kaderisasi dari PKB ini memberikan pemahaman politik yang lebih membumi, mudah dipahami, dan dekat dengan generasi muda," tambahnya. (naf)

Editor : Bahana.
#DPRD Sleman