Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Sekolah di Rembang Kembalikan Ratusan Porsi Nasi Kuning Program MBG karena Berlendir dan Berpotensi Basi

Iwa Ikhwanudin • Senin, 6 Oktober 2025 - 11:22 WIB
Ilustrasi salah satu porsi nasi kuning program MBG yang berpotensi basi.
Ilustrasi salah satu porsi nasi kuning program MBG yang berpotensi basi.

RADAR MALIOBORO – Pada 1 Oktober 2025, SMPN 5 Rembang membuat keputusan yang mengejutkan dengan mengembalikan 763 porsi nasi kuning yang seharusnya menjadi sajian bergizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan ini diambil setelah pihak sekolah menemukan bahwa nasi tersebut berair, berlendir, dan dinilai tidak layak konsumsi.

Menurut Ketua Satgas MBG SMPN 5 Rembang, Indri Lestari, keputusan ini diambil setelah pihaknya memeriksa dan mencicipi sampel nasi kuning tersebut. "Tidak mungkin saya kasihkan ke anak saya dengan kondisi seperti ini. Nasinya berair menuju proses basi, berair, berlendir," tegas Indri. Indri juga menambahkan bahwa rasa nasi tersebut tidak enak di lidah dan teksturnya lengket.

Menu MBG yang ditolak tersebut terdiri dari nasi kuning, ayam goreng tepung, kering tempe, sayur tomat potong, selada, dan buah jeruk. Ratusan kotak nasi kuning tersebut sempat menumpuk di lobi sekolah sebelum dikembalikan ke pihak penyedia.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mondoteko, selaku penyedia makanan, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Perwakilan SPPG Mondoteko, Riyaduz Sholikin, menyatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab dan akan melakukan evaluasi. "Saya selaku dari SPPG Mondoteko meminta maaf sebesar-besarnya jika ada seperti ini. Ini di luar kendali kami, tapi akan jadi PR besar untuk kami agar berbenah," kata Riyaduz.

Meskipun demikian, Riyaduz menilai bahwa kondisi nasi tersebut sebenarnya masih aman dikonsumsi. Ia menyebutkan bahwa dari 14 sekolah yang dilayani oleh SPPG Mondoteko, hanya SMPN 5 Rembang yang menolak.

Menanggapi kejadian ini, Bupati Rembang, Harno, mengimbau seluruh sekolah penerima program MBG untuk tidak mengonsumsi makanan yang berbau tidak sedap atau mencurigakan. "Kalau ada bau yang tidak sedap, jangan dimakan. Siapa yang ngecek dulu? Minimal guru. Syukur-syukur ada pihak SPPG," pesan Bupati Harno.

Sebagai tindak lanjut, pelaksanaan program MBG di SMPN 5 Rembang dihentikan sementara atas permintaan pihak sekolah. SPPG Mondoteko memastikan bahwa proses pembuatan menu MBG telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan diawasi oleh ahli gizi.

Baca Juga: Menguak Misteri Ratu Laut Selatan: Kisah Lengkap Legenda Mistis Nyi Roro Kidul

Satgas MBG Kabupaten Rembang juga telah menegaskan bahwa sisa makanan dari program MBG tidak boleh dibawa pulang oleh siswa. Hal ini bertujuan agar sisa makanan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi SPPG.

(Laeli Musfiroh)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#basi #Lendir #nasi kuning #Mbg