Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Presiden Prabowo Subianto Resmikan 100 Batalyon Teritorial Pembangunan di Tengah Ketidakpastian Global, Indonesia Perkuat Pertahanan

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:06 WIB
Ilustrasi Pasukan Indonesia siap kuatkan Pertahanan  (foto: jawapos)
Ilustrasi Pasukan Indonesia siap kuatkan Pertahanan (foto: jawapos)

RADAR MALIOBORO – Dalam langkah strategis untuk memperkuat pertahanan nasional, Presiden Prabowo Subianto resmi meresmikan pembentukan 100 batalyon teritorial pembangunan dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer yang digelar di Kabupaten Bandung Barat. Dalam acara tersebut, Prabowo juga melantik enam komando daerah militer (kodam) dan 20 komandan brigade infanteri (Brigif) baru, menandakan komitmen pemerintah untuk memperkuat struktur pertahanan di tingkat lokal.

Prabowo menegaskan bahwa pembentukan batalyon ini adalah respons terhadap situasi global yang semakin kompleks, di mana berbagai konflik, termasuk perang besar di Eropa dan kekerasan yang terus berlangsung di Timur Tengah, menunjukkan pentingnya negara untuk memiliki pertahanan yang tangguh. "Indonesia tidak bisa tinggal diam. Kita harus siap menghadapi segala kemungkinan yang dapat mengancam kedaulatan dan keamanan negara," ujar Prabowo dalam pidatonya.

Batalyon Teritorial Pembangunan ini dirancang tidak hanya sebagai kekuatan militer, tetapi juga sebagai agen pembangunan masyarakat. Setiap batalyon akan terdiri dari kompi yang berfokus pada sektor pertanian, perikanan, dan kesehatan, yang akan ditempatkan di berbagai kabupaten. Dengan demikian, mereka dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa batalyon ini akan berperan penting dalam merespons bencana alam dan ancaman penyakit, terutama di daerah yang rawan bencana.

Pemerintah juga menargetkan pembangunan hingga 500 batalyon teritorial pembangunan dalam lima tahun ke depan, dengan dukungan anggaran dari Kementerian Keuangan. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan negara tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dengan inisiatif ini, pemerintah berusaha menciptakan sinergi antara keamanan dan pembangunan, serta menjadikan sektor pertahanan sebagai pilar utama dalam mencapai ketahanan nasional yang berkelanjutan. "Kami percaya bahwa keamanan dan kesejahteraan rakyat adalah dua hal yang tidak terpisahkan," tambah Prabowo. Dengan demikian, pembentukan batalyon ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret dalam menghadapi tantangan dinamika global dan tarik menarik kekuatan di kawasan Indo-Pasifik.

(Laeli Musfiroh)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#batalyon #Teritorial #Presiden Prabowo