JOGJA— Jogja Eco Style, atau yang dikenal dengan JES 2025, merupakan sebuah acara asosiasi yang dibentuk sebagai respon atas keprihatinan terhadap limbah sampah yang bisa didaur ulang. Program besar ini diselenggarakan oleh Asosiasi Eco Printer Indonesia (AEPI) dan berlangsung selama satu bulan, mulai 20 Oktober hingga 20 November 2025.
Nama Jogja Eco Style melalui beberapa tahapan penamaan agar memiliki ciri khas dan menggambarkan konsep yang diusung.
“Awalnya, nama yang dibentuk adalah Jogja Eco Festival, tetapi karena kata ‘Festival’ sudah terlalu sering digunakan, saya ubah menjadi Jogja Eco Life Style. Kemudian saya berdiskusi dengan Pak Han, dan beliau mengusulkan agar kata ‘Life’ dihilangkan, sehingga terbentuklah nama Jogja Eco Style,” ujar Fitriani Kuroda, Pembina AEPI dalam jumpa pers di Loman Park Hotel, Kamis (23/10).
Acara ini mengusung tema “Threads of Earth,” yang mempromosikan budaya penggunaan pakaian berbahan alami, sesuai dengan kondisi bumi saat ini. Pada tahun 2022, ada inisiatif menggelar sustainable fashion show di Ambarukmo Plaza, di mana semua desainer menggunakan bahan dasar alami untuk busana mereka.
“JES 2025 menciptakan busana dengan kain berserat alami, pewarna alami, serta kancing yang terbuat dari kayu dan kerang,” ujar Puthut Ardianto, Ketua Pelaksana JES 2025.
Pada tahun 2023, acara ini tidak hanya menampilkan fashion show sebagai perayaan, tetapi juga memilih lokasi bernilai budaya, yakni Candi Tirto Raharjo. Tahun 2025 ini, JES hadir kembali dengan tujuan memperluas cakupan menjadi lebih universal, tidak hanya berfokus pada busana atau gaya, tetapi juga pada gaya hidup ramah lingkungan.
JES 2025 akan menggelar fashion show yang menghadirkan 28 desainer untuk memperkenalkan busana dengan prinsip eco-friendly. Pakaian yang ditampilkan dirancang agar tahan lama, mengurangi sampah fashion, serta dapat didaur ulang menggunakan kain yang mudah terurai ketika dikubur.
Dalam rangkaian Pameran JES 2025 yang berlangsung selama satu bulan, akan ada berbagai acara pendukung yang menarik, termasuk talkshow inspiratif pada 25 Oktober pukul 13.00–15.00 WIB, yang menghadirkan Poppy Dharsono dan perwakilan UNESCO. Tak kalah menarik, fashion show pada 26 Oktober pukul 15.00 WIB menjadi momen yang dinantikan untuk menyaksikan karya Larissa Gustova dari London.
(Theresia Putri, Angela Denise)
Editor : Heru Pratomo