RADAR MALIOBORO - Prabowo menyoroti sampah di Bantar Gebang, 34 Pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) akan dibangun di berbagai wilayah Indonesia termasuk Bantar Gebang, Bandung dan Bali.
Bantar Gebang merupakan tempat pembuangan akhir, menjadi simbol sulitnya pengelolaan sampah di tanah air kita ini.
Setiap hari ribuan ton datang daribeberapa wilayah termasuk Jakarta dan sekitarnya.
Menggunakan konsep waste to energy revolusi yang akan mengubah setiap kilogram sampah menjadi potensi energi.
Teknologi pembakaran termal dan pengolahan lanjutan, sampah akan diubah menjadi listrik tanpa merusak lingkungan.
Pengurangan volume sampah dapat mencapai 90%, dengan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan metode konvensional.
Dengan melalui sumber energi alternatif juga memperkuat ketahanan energi nasional.
Setiap PLTSa akan dibangun dengan sistem ramah lingkungan dan akan lebih efisien, berjalan dengan standar global pengelolaan energi hijau.
Langkah ini dijalankan untuk mengurangi sampah dan sudah menjadi visi besar Indonesia menuju ekonomi hijau.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa proyek ini adalah bukti dari Indonesia tidak hanya diam, dengan mengubah limbah sampah menjadi energi listrik.
Indonesia akan menunjukan kepada dunia bahwa solusi yang berkelanjutan dapat dimulai dari hal yang sering diaggap kotor dan tidak berguna, seperti sampah.
Pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) akan menjadi jawaban dan simbol harapan yang sangat berharga bagi Bantar Gebang yang dari dulu identik menjadi simbol krisis.
Melalui pembangunan 34 pembangkit listrik tenaga sampah.
Kini Indonesiaakan membuka lembaran baru dalam pengelolaan energi dan lingkungan.
Dari timbunan sampah berubah menjadi sumber daya berkelanjutan, dari persoalan menjadi jawaban, dari tantangan menjadi kesempatan. (Priskila)
Editor : Meitika Candra Lantiva