HUT ke-50 BK3S DIJ, GKR Hemas Dorong Peningkatan Layanan Kesejahteraan Sosial yang Profesional dan Inklusif
JOGJA - Ketua Umum Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) GKR Hemas mendorong organisasinya agar bisa terus meningkatkan kualitas pelayanan kesejahteraan sosial yang profesional, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Hal itu diungkapkannya saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 BK3S DIJ, di Hall A-B Lantai 2 Plaza Ambarrukmo, Sabtu (15/11).
Di usia setengah abad ini GKR Hemas menyampaikan jika BK3S DIJ yang tidak hanya telah menunjukkan ketahanan organisasinya. Tetapi juga ketulusan dan komitmen pengabdian. Sebab menurutnya BK3S DIJ telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pelayanan sosial di DIJ.
"Kami juga telah menjalankan perannya dengan spirit tansah ngayomi dan berlandaskan nilai-nilai budaya Jawa yang adi luhur," ucapnya.
Dalam perjalanannya, lanjut GKR Hemas BK3S DIJ juga telah menunjukkan konsistensi sebagai lembaga yang mengedepankan koordinasi, pemberdayaan, dan sinergi antarlembaga social dan stakeholder lain terutama CSR dan Perguruan Tinggi. Nilai-nilai seperti tepa selira, gotong royong, dan semangat hamemayu hayuning bawana menjadi fondasi kuat yang menyertai langkah-langkah pengabdiannya.
Tak hanya itu, BK3S DIJ mampu memadukan profesionalitas dengan kearifan lokal. Sehingga kerja-kerja sosial tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menghadirkan sentuhan kemanusiaan yang berakar pada budaya Jogjakarta.
Sejalan dengan visi BK3S DIJ dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesejahteraan sosial, GKR Hemas menilai jika BK3S DIJ telah bekerja secara profesional, inklusif, dan berkelanjutan.
"Saya melihat lembaga ini telah memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat kapasitas lembaga kesejahteraan sosial di seluruh DIJ, bahkan meluas ke luar DIJ," katanya.
Meski saat memasuki usia emasnya, BK3S DIJ dihadapkan pada tantangan sosial yang semakin kompleks, mulai dari ketimpangan sosial, isu kesehatan mental, dinamika ekonomi keluarga, hingga penanganan kelompok rentan yang membutuhkan pendekatan multidisiplin. Namun GKR Hemas berharap supaya BK3S semakin memperkuat peran sebagai rumah koordinasi yang ngemong, mengayomi, dan mendorong kolaborasi lintas sektor.
Penguatan data sosial, peningkatan profesionalitas pekerja sosial, serta pemanfaatan teknologi informasi perlu menjadi langkah strategis untuk memastikan layanan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Saya bangga dengan program inovasi BK3S seperti Lembaga Pelatihan Kerja (LPK-BK3S) yang di hari ini kita launching, penerbitan Journal of Society Bridge dan penerbitan buku berjudul Jejak Pengabdian Badan Koordinasi kegiatan Kesejahteraan Sosial DIJ.
"Semoga BK3S DIJ terus ngemulyakake manungsa, menjaga marwah pengabdian sosial, dan menjadi teladan dalam memajukan kesejahteraan sosial berbasis nilai budaya keistimewaan Jogjakarta," bebernya.
Sementara Pengurus Harian BK3S DIJ Sugiyanto menjelaskan sebenarnya pembangunan kesejahteraan sosial menjadi tanggung jawab negara. Tapi pada dasarnya negara belum mampu memberikan layanan secara luas. Sehingga ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh BK3S DIJ.
"Contohnya adalah penguatan sumber daya manusia, tata kelola lembaga kesejahteraan sosial, apalagi kaitannya dengan sertifikasi dan akreditasi dari lembaga itu," ujarnya.
Sugiyanto juga berharap supaya kedepan berbagai kegiatan dari BK3S DIJ bisa disupport Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ. Sehingga berbagai kegiatan itu bisa semakin kuat. Mengingat saat ini BK3S DIJ sendiri masih ada beban 365 LKS yang harus tersertifikasi, terakreditasi, dan pengelolaan dengan baik..
"Kami ingin supaya penerima manfaat bisa menikmati sesuai dengan hak dan hak asasi manusia itu terpenuhi," tegasnya. (ayu).