RADAR MALIOBORO – operasi Zebra 2025 resmi di gelar mulai hari ini di seluruh wilayah Indonesia. Ribuan personel kepolisian diturunkan untuk menindak berbagai pelanggaran lalu lintas, mulai dari pengendara yang tidak memakai helm, melawan arus, hingga menggunakan ponsel saat berkendara. Namun lebih dari sekadar penindakan, operasi ini diharapkan menjadi momentum untuk membangun budaya tertib di jalan raya.
Di Yogyakarta, sejumlah pengendara mengaku sudah lebih waspada sejak kabar operasi ini mencuat. Banyak yang mulai melengkapi surat kendaraan dan lebih disiplin mematuhi rambu lalu lintas. “Kami jadi lebih hati-hati, bukan hanya karena takut ditilang, tapi juga demi keselamatan keluarga,” ujar Andi, seorang pengendara motor di kawasan Malioboro.
Kepolisian menegaskan bahwa tujuan utama Operasi Zebra bukan sekadar memberi sanksi, melainkan menekan angka kecelakaan lalu lintas yang terus meningkat. Data menunjukkan pelanggaran sederhana seprti tidak memakai helm atau melawan arus sering kali berujung pada kecelakaan fatal. Dengan adanya operasi ini, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa anturan lalu lintas adalah perlindungan nyata bagi pengendara.
Selain penindakan, Operasi Zebra juga membawa dampak sosial. Banyak warga yang kini lebih disiplin dalam melangkapi surat kendaraan dan mematuhi aturan. Di sisi lain, sebagian masyarakat menilai operasi ini sebagai momentum edukasi. “Kalau polisi hanya menilang, efeknya sebentar. Tapi kalau ada sosialisasi di sekolah dan kampus, itu akan lebih membekas,” kata Rina, mahasiswa UGM.
Operasi Zebra 2025 diharapkan tidak berhenti pada penindakan jangka pendek. Budaya tertib berlalu lintas harus terus dibangun melalui edukasi, kampanye keselamatan, dan penegakan hukum yang konsisten. Dengan begitu, angka kecelakaan bisa ditekan dan masyarakat merasa lebih aman di jalan raya.
(Hanifah Okta)
Editor : Iwa Ikhwanudin